Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Pertamina Angkat Pipa Putus

ertamina mulai melakukan pengangkatan pipa yang putus di Teluk Balikpapan di bawah pengawasan pihak TNI AL, Polda Kaltim, dan Kejaksaan.
Fariz Fadhillah | 20 April 2018 06:48 WIB
Pertamina mengangkat pipa yang putus di Teluk Balikpapan sepanjang 7 meter. Pertamina diminta mengangkat pipa sepanjang 54 meter yang putus menjadi tiga bagian. - Dok. Humas Polda Kaltim.

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pertamina mulai melakukan pengangkatan pipa yang putus di Teluk Balikpapan di bawah pengawasan pihak TNI AL, Polda Kaltim, dan Kejaksaan.

Pengangkatan pipa dilakukan Pertamina atas permintaan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) guna investigasi penyebab pipa putus.

“Kemungkinan penggantian pipa akan segera dilakukan setelah proses investigasi selesai,” jelas Yudy Nugraha, Manager Region Communication and CSR Kalimantan dalam keterangan resmi, Kamis (19/4/2018).

Yudy menjelaskan bahwa pipa pengganti yang disiapkan berjumlah sekitar 22 joint dengan panjang masing-masing 12 meter.

Saat ini, Pertamina mengalirkan minyak mentah dari Terminal Crude Lawe lawe ke kilang Balikpapan menggunakan pipa bawah laut lain yang berukuran 16 inci.

Pertamina melaporkan untuk melakukan pengangkatan pipa Kapal Sea Haven 2 yang dilengkapi Crane diperbantukan. Total, terdapat tiga bagian potongan pipa yang akan diangkat. Satu bagian potongan pipa diangkat pada Kamis (19/4/2018) dan 2 bagian potongan pipa lainnya akan diangkat Jumat (20/4/2018).

Pertamina melaporkan pemotongan pipa dan pemasangan sling dilakukan oleh 19 orang penyelam atas izin Dirjen Perhubungan Laut, KSOP, dan Polda Kaltim.

Para penyelam bekerja dalam tim yang terdiri dari delapan orang, secara bergantian di bawah air masing-masing 45 menit. Pemotongan pipa yang dilakukan di bawah air membutuhkan waktu yang lama sehingga pengangkatan pipa juga dilakukan menyesuaikan waktu pemotongan pipa.

Di samping itu, pengangkatan harus memperhitungkan cuaca dan arus bawah laut. Proses pengangkatan pipa sendiri memakan waktu kurang lebih 2 jam setelah sling pengangkat terpasang pada posisi pipa.

Kemudian, pipa ditempatkan di salah satu Jetty milik Pertamina RU V untuk dilakukan investigasi dan rekonstruksi oleh tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim. Pertamina memperkirakan 3 potongan pipa akan tiba pada Sabtu pagi.

“Kemungkinan tim laboratorium forensik yang datang untuk melakukan pengecekan. Jika dilihat ukurannya kurang memungkinkan untuk membawa pipa,” jelas Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani dikonfirmasi Bisnis.

 

Tag : pertamina
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top