Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Kapasitas Produksi Beton Precast Diprediksi Tak Semasif Tahun Lalu

Pertumbuhan kapasitas produksi beton precast pada tahun ini diperkirakan tidak semasif tahun lalu disebabkan sejumlah perusahaan yang lebih memilih mengoptimalisasi kapasitas pabrik terpasang ketimbang membangun pabrik baru.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 11 April 2018  |  00:10 WIB
Pertumbuhan Kapasitas Produksi Beton Precast Diprediksi Tak Semasif Tahun Lalu
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan kapasitas produksi beton precast pada tahun ini diperkirakan tidak semasif tahun lalu, disebabkan sejumlah perusahaan yang lebih memilih mengoptimalisasi kapasitas pabrik terpasang ketimbang membangun pabrik baru.

Tahun lalu, kapasitas produksi beton precast mencapai 34,42 juta ton/tahun atau meningkat 28,55% dari pencapaian tahun 2016. Peningkatan tersebut didorong oleh operasional 13 pabrik baru sepanjang 2017.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP31) Wilfred Singkali mengatakan perusahaan cenderung mengoptimalkan kapasitas pabrik yang tersedia saat ini sehingga diperkirakan kapasitas produksi beton precast tidak tumbuh setinggi tahun lalu.

“Sekarang ini lebih banyak ke arah peningkatan efektivitas sarana yang ada,” kata Wilfred kepada Bisnis, Selasa (10/4/2018).

Wilfred menjelaskan tanpa menambah pabrik, umumnya perusahaan masih bisa meningkatkan kapasitas pabrik sekitar 5% dengan mengoptimalkan sarana yang ada.

“Jadi kalau melihat penggunaan kapasitas saat ini kemungkinan peningkatan kapasitas sangat kecil,” ujarnya.
Kendati demikian, Wilfred mengatakan pihaknya tetap optimistis target kontribusi beton precast sebesar 30% terhadap industri konstruksi nasional tetap dapat tercapai pada 2019.

“Tetap bisa tercapai karena target itu bisa dipenuhi hanya dengan kapasitas kurang lebih 40 juta ton,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Wijaya Karya Beton (WTON) Tbk. juga memilih untuk mengoptimalisasi tiga pabrik beton precast yang dimilikinya pada tahun ini, yakni di Lampung, Makassar dan Majalengka. Perkiraan kebutuhan optimalisasi untuk seluruh pabrik mencapai Rp450 miliar.

Sekretaris Perusahaan WTON Yuherni Sisdwi menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengoperasikan optimalisasi pabrik di Makassar secara bertahap pada Mei 2018 menjadi 300.000 ton.

Peningkatan kapasitas dilakukan secara bertahap dari rencana semula 400.000-500.000 ton sepanjang tahun ini karena pabrik harus sudah menyediakan bahan baku untuk mendukung pembangunan yang tengah dikerjakan WTON di Makassar dalam waktu dekat. Salah satunya, jalan layang tol A.P. Pettarani Makassar seksi III sepanjang 4,3 km yang akan memulai tahapan konstruksi pada akhir April nanti.

Saat ini, Yuherni mengatakan kapasitas pabrik di Makassar mencapai 210.000 ton dengan produk utama yang dihasilkan adalah precast nonputar.

“Setelah diputuskan bulan lalu untuk ditambah kapasitasnya karena adanya kepastian proyek yang akan dikerjakan tahun ini, maka ditargetkan pada Mei nanti sudah harus ada penambahan kapasitas sekitar 90.000 ton,” kata Yuherni belum lama ini.

Sebelumnya, WTON sendiri telah menggelontorkan Rp162 miliar untuk optimalisasi pabrik di Lampung Selatan pada awal tahun ini. Pabrik tersebut khusus memproduksi produk putar, salah satunya tiang pancang.

Adapun, pihaknya masih mengkaji optimalisasi pabrik di Majalengka pada akhir tahun. Penambahan kapasitas pabrik sepanjang tahun ini ditargetkan dapat meningkatkan produksi beton perseroan secara total dari 3,30 juta ton saat ini menjadi sekitar 3,60 juta ton/tahun yang dihasilkan dari 10 pabrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waskita beton precast
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top