Kemenhub Segera Sertifikasi Bandara Jawa Barat

Kementerian Perhubungan akan segera melakukan proses sertifikasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati usai melalukan penerbangan kalibrasi.
Rio Sandy Pradana | 31 Maret 2018 15:09 WIB
Pekerja menggarap bagian atap proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka, Jawa Barat, Rabu (28/3). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah saat ini mampu menyerap 230 ribu pekerja yang tersebar di 246 proyek infrastruktur. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan segera melakukan proses sertifikasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati usai melalukan penerbangan kalibrasi.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan keberhasilan penerbangan kalibrasi penting karena BIJB sudah sangat dinantikan. Bandara ini nantinya akan melayani transportasi udara bagi sebagian masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah dan mengurangi kepadatan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno Hatta.

"Kami sebagai regulator penerbangan akan terus secepatnya melakukan proses sertifikasi, sehingga bandara bisa dioperasikan sesuai target dan memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kenyaman penerbangannya," kata Agus dalam siaran pers, Sabtu (31/3/2018).

Penerbangan kalibrasi ini berdasarkan publikasi Aeronautical Information Regulation And Control (AIRAC) Airport Improvement Program (AIP) Supplement No. 10/18 tentang The Operation of Kertajati International Airport-Majalengka yang dilakukan Direktorat Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara pada 29 Maret 2018 dan efektif pada 24 Mei 2018.

Selanjutnya, akan dilakukan validation flight untuk Instrument Flight Procedure (IFP) sesuai AIP Bandara Kertajati yang sudah di publikasikan.

Pendirian Bandara Kertajati pada awalnya merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan menyiapkan lahan dan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi runway oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk membangun sisi udara seperti landasan pacu (runway) sepanjang 2.500 dan lebar 60 meter, landasan parkir pesawat (apron), dan jalan penghubung landasan (taxiway) dengan menggunakan dana APBN.

Penerbangan Kalibrasi ini dilakukan dengan menggunakan pesawat jenis Beechcraft King Air B350- i registrasi PK-CAP dengan kapasitas enam penumpang. Penerbangan ini untuk Flight Commisioning Precision Approach Path Indicator (PAPI) dan Flight Validation Instrument Flight Procedure.

Pilot in Command (PIC) pesawat adalah Capt. Sri Mulyanto dengan First Officer Khairuna Fauzi, Flight Inspector I (PO) Dian Yusuf Aminudin, Flight Officer II (TO) Wahyu Wicaksono, Flight Mechanic Dennis Sagia, Asisten Fit Mechanic Ary Firmansyah dari Balai Kalibrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Pesawat lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dan landing di Bandara Kertajati pada pukul 08.21 WIB. Pesawat kemudian take off dari Bandara Kertajati pada pukul 10.25 WIB untuk pengecekan fasilitas pendaratan PAPI. Pengecekan selesai pada pukul 11.51 WIB dan pesawat mendarat.

Landing pertama tersebut merupakan serangkaian pengujian kalibrasi terhadap instumen alat navigasi. Hal ini dilakukan untuk mencari formulasi panduan pesawat saat melakukan penerbangan selanjutnya di Bandara Kertajati.

Tag : bandara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top