Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sambut Hari Air Sedunia, PUPR Kampanye Kelestarian Air Baku

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak semua pihak untuk menjaga dan melestarikan sumber air baku situ, danau, embung, dan waduk (SDEW).
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 26 Maret 2018  |  00:12 WIB
Sambut Hari Air Sedunia, PUPR Kampanye Kelestarian Air Baku
Suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/4). - Antara/Aprillio Akbar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak semua pihak untuk menjaga dan melestarikan sumber air baku situ, danau, embung, dan waduk (SDEW).

Hal tersebut dia katakan dalam momentum peringatan Hari Air Dunia (HAD) yang jatuh setiap tanggal 22 Maret. Basuki mengatakan menjaga kelestarian SDEW sangat penting karena menjadi sumber air baku bagi keperluan sehari-hari.

Selain itu, Basuki mengatakan peringatan hari air sedunia kali ini menjadi bagian kampanye publik akan pentingnya penyelamatan SDEW.

Saat ini, terdapat 15 danau di Indonesia yang sedang dalam kondisi krisis karena mengalami penyusutan luasan sehingga jumlah tampungannya berkurang dan pencemaran.

"Penanganan danau dilakukan dengan serius, karena memberikan manfaat yang sangat besar. Danau atau waduk bila didiamkan akan mati karena proses alami seperti terjadinya sedimentasi. Apa yang kita lakukan ini untuk memperpanjang umurnya,” kata Basuki lewat keterangan pers, Minggu (25/3/2018).

Beberapa danau yang tengah direvitalisasi ialah Danau Tempe di Sulsel, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Batur di Bali, Danau Tondano di Manado, dan Danau Rawa Pening di Jawa Tengah.

Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso mengatakan Danau Tempe menjadi situs yang memiliki tingkat sedimentasi tertinggi. Kapasitas tampungnya pun menurun hingga 30-40%.

Kondisi serupa terjadi di Danau Rawa Pening yang mengalami pertumbuhan eceng gondok masif. Bahkan pada 2016, tumbuhan air itu menutupi hampir 47% luasan danau.

Pencemaran danau juga disumbang dari limbah deterjen, limbah ternak, dan limbah budidaya ikan yang berasal dari 600 unit keramba ikan disana. Padahal air Danau Rawa Pening menjadi sumber air baku masyarakat.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air pun secara bertahap telah melakukan pengerukan sedimen, pembersihan eceng gondok dan penataan kawasan di Danau Rawa Pening.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hari air se dunia
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top