Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrikan Komponen Lokal Didorong Berkolaborasi dengan Pebisnis Malaysia

Sebanyak 40 pelaku industri komponen otomotif Indonesia berskala kecil dan menengah dipertemukan dengan 21 perusahaan serupa dari Malaysia. Diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut membentuk perusahaan patungan dan melakukan transfer teknologi serta tenaga kerja untuk mengembangkan industri komponen otomotif.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  17:39 WIB
Sejumlah guru SMK melihat-lihat perkembangan teknologi otomotif di dalam mobil Daihatsu. - Istimewa/Daihatsu
Sejumlah guru SMK melihat-lihat perkembangan teknologi otomotif di dalam mobil Daihatsu. - Istimewa/Daihatsu

Bisnis.com, JAKARTA—Sebanyak 40 pelaku industri komponen otomotif Indonesia berskala kecil dan menengah dipertemukan dengan 21 perusahaan serupa dari Malaysia. Diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut membentuk perusahaan patungan dan melakukan transfer teknologi serta tenaga kerja untuk mengembangkan industri komponen otomotif.

I Made Dana Tangkas, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), mengatakan pasar otomotif domestik ke depan akan terus berkembang. Pada 2025, permintaan kendaraan roda empat diperkirakan mencapai 2 juta unit, naik dari capaian tahun lalu sebesar 1,079 juta unit.

Seiring dengan perkembangan tersebut, industri komponen otomotif dalam negeri harus mampu mengisi kebutuhan, terutama untuk komponen yang saat ini masih diimpor. Untuk mendorong industri komponen otomotif, maka IOI bersama pemerintah menjalin kerja sama dengan Malaysia Automotive Institute (MAI), sebuah lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian Malaysia.

“Kami ingin menggairahkan industri komponen otomotif, nanti akan dibuat pemetaan terlebih dahulu apa yang bisa diproduksi di dalam negeri. Indonesia bisa bekerja sama dengan Malaysia yang sudah memiliki teknologi yang lebih maju,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Made menyebutkan saat ini untuk industri komponen otomotif tier 1, tingkat komponen dalam negeri telah mencapai 85%, sedangkan tier 2 dan 3 memiliki TKDN yang lebih rendah, yaitu sekitar 60%. Pabrikan komponen otomotif di Indonesia sekitar 900 perusahaan dan akan terus ditingkatkan.

Dia menuturkan jumlah pabrikan lokal masih kalah dengan Thailand yang memiliki sebanyak 2.400 perusahaan, sedangkan Malaysia memiliki 641 perusahaan yang bergerak di enam sektor. “Untuk isi pasar otomotif dengan permintaan 2 juta unit nanti, harus ada yang mengarahkan dan kami inginnya perusahaan terus bertambah. Oleh karena itu, kami datangkan 21 perusahaan Malaysia ke Indonesia, harus kerja sama untuk mencapai target menguasai pasar Asia Tenggara,” katanya.

Dato’ Madani Sahari, CEO MAI, menuturkan pabrikan komponen otomotif Malaysia kebanyakan merupakan perusahaan tier 1 dan bergerak di enam sektor, yaitu besi metal, plastik, komponen listrik, karet, komponen interior, dan sektor lainnya. Beberapa pabrikan tersebut sudah ada di Indonesia, baik masuk secara mandiri maupun membentuk JV dengan perusahaan asal Jepang.

“Sekarang kami mau usahakan supaya bisa bekerja sama dengan perusahaan Indonesia  membawa teknologi yang dipunya. Ditargetkan perusahaan hasil kerja sama tersebut bisa menyasar pasar kedua negara dan juga di Asia Tenggara,” jelasnya.

Dia menerangkan dalam kerja sama ini, pemerintah masing-masing negara tidak membatasi terkait pembagian besaran saham. Penentuan tersebut murni dibicarakan antar perusahaan tanpa intervensi pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif
Editor : Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top