MOMEN RAMADAN & LEBARAN: PPSKI Sarankan Pemanfaatan Rantai Dingin

Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menilai pemerintah seharusnya mulai memanfaatkan rantai pendinginan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan di bulan puasa dan momentum lebaran.
Pandu Gumilar | 21 Maret 2018 20:05 WIB
Pedagang menata daging sapi dagangan di los daging, Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (29/5). - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menilai pemerintah seharusnya mulai memanfaatkan rantai pendinginan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan di bulan puasa dan momentum lebaran.

Pemanfaatan tersebut berguna agar tidak kelabakan seperti yang sering terjadi menjelang hari raya lebaran.

Sekretaris Jenderal PPSKI, Rochadi Tawaf menganalogikan bahwa regulator selalu bertindak seperti pemadam kebakaran menjelang hari raya lebaran. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan rencana pasokan daging 2-5 tahun sebelumnya supaya setiap tahun tidak ribut impor daging.

Dia menyarankan agar pemerintah mulai meningkatkan skala rumah potong hewan (RPH) dari yang tadinya hanya sebagai tempat pemotongan hewan menjadi industri pemrosesan daging.

"Harusnya RPH itu adalah industri processing daging yang menghasilkan output berupa daging potong bukan sekedar tempat penyembelihan hewan,"katanya kepada Bisnis, Rabu (21/3).

Dengan begitu bagian seperti daging, kulit atau kaki dapat diproses dengan nilai tambah. Selain itu, Rochmadi juga menyebutkan pergudangan di RPH harus dapat dimanfaatkan sebagai ruang pendingin yang dapat menyimpan daging beku dalam waktu lama.

Sejauh ini pasokan daging lokal yang beredar di pasaran selalu berbentuk daging segar. Sementara menurutnya, pemanfaatan daging beku pun harus dilakukan untuk mengantisipasi momen-momen tertentu.

"Kita masih bicara dalam tataran hot meat (rantai panas) harusnya sudah di tataran frozen meat (rantai dingin). Hal seperti ini harus diubah sejak hulu. Saat lebaran jeroan dibuang harusnya diproses, didinginkan dan disimpan untuk dijual tatkala musim pemotongan menurun," katanya.

Dengan memanfaatkan rantai dingin, stok daging dalam negeri tidak akan kekurangan dan pemotongan hewan bisa jalan terus. Oleh sebab itu dia berharap pemerintah mulai memanfaatkan rantai dingjn mulai ke depannya. Sehingga ketika permintaan tinggi stok juga selalu ada tanpa ketergantungan impor.

Dia juga mengingatkan bahwa defisit daging dapat dikendalikan dengan konsep 3-Ung. Yaitu, peternak rakyat sebagai tulang punggung, feedlotter sebagai pendukung dan impor daging penyambung. Di samping program perbibitan yang terus digenjot oleh pemerintah.

Tag : daging sapi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top