Hasil Prakualifikasi Proyek Tol Semarang—Demak Dibatalkan, Ini Alasannya

Pemerintah membatalkan hasil prakualifikasi lelang proyek jalan tol SemarangDemak dan akan menggelar kembali prakualifikasi proyek jalan tol senilai Rp21 triliun tersebut.
Irene Agustine | 21 Maret 2018 08:19 WIB
Ilustrasi: Kendaraan melintasi salah satu ruas Jalan tol Semarang-Batang di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah membatalkan hasil prakualifikasi lelang proyek jalan tol Semarang—Demak dan akan menggelar kembali prakualifikasi proyek jalan tol senilai Rp21 triliun tersebut.

Sebelumnya, dua konsorsium yakni PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk.-PT Wijaya Karya (persero) Tbk. dan PT Jasa Marga (persero) Tbk.-PT Waskita Toll Road telah ditetapkan lulus prakualifikasi pelelangan pengusahaan jalan tol Semarang—Demak.

Kepala Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Eka Pria Anas mengatakan bahwa adanya perubahan cakupan proyek membuat proses prakualifikasi proyek harus kembali diulang sebelum masuk ke proses lelang.

Artinya, terbuka kemungkinan badan usaha maupun konsorsium lain yang meminati ruas tol tersebut untuk ikut serta dalam tahap prakualifikasi.

“Yang dulu [prakualifikasi] tidak berlaku karena beda scope of project,” kata Eka kepada Bisnis, Senin (19/3).

Eka menuturkan bahwa proses prakualifikasi akan dilakukan segera setelah proses izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan penetapan lokasi selesai dilakukan. “Belum [dimulai] masih persiapan menunggu izin lingkungan dan lokasi.”

Nilai investasi proyek jalan tol Semarang—Demak diestimasi mencapai Rp20 triliun—Rp21 triliun. Pengerjaan jalan tol sepanjang 25,25 kilometer itu rencananya satu paket dengan pembangunan tanggul.

Pemerintah rencananya memberi viability gap fund (VGF) atau dana tunai infrastruktur dalam proyek yang dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) tersebut. Perkiraan awal VGF yang akan dikucurkan pemerintah yakni Rp9 triliun—Rp10 triliun.

BPJT sebelumnya menargetkan proses lelang tol Semarang—Demak sudah dapat dilakukan pada semester pertama 2018. Proyek ini berada dalam daftar Proyek Strategis Nasional yang menjadi fokus pembangunan pemerintah.

Proyek jalan tol Semarang—Demak merupakan salah satu dari enam proyek yang akan dilelang pemerintah pada tahun ini.

Pada awal tahun ini, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menyatakan bahwa instansinya tengah menyiapkan enam ruas tol baru untuk ditawarkan kepada swasta.

Sebagian ruas tol yang akan dilelang merupakan prakarsa swasta. Keenam ruas tol tersebut yaitu Semarang—Demak, Semanan—Balaraja, Balaraja—Teluknaga, Samarinda—Bontang, Bawen—Yogyakarta, dan Cileunyi—Tasikmalaya—Cilacap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, bpjt

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top