Impor Garam Industri untuk Farmasi Jadi Solusi

Lebih dari ratusan jenis obat memanfaatkan garam industri sebagai bahan baku.
Anggara Pernando | 20 Maret 2018 18:14 WIB
Suasana bongkar muat garam impor dari Kapal MV Golden Kiku ke truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/8). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA—Lebih dari ratusan jenis obat memanfaatkan garam industri sebagai bahan baku. 

Ketua Umum Pharma Materials Management Club (PMMC) Kendrariadi Suhanda menuturkan komposisi penggunaan garam dari masing-masing jenis obat maupun cairan obat berbeda-beda. Akan tetapi garam industri menjadi syarat mutlak komponen yang harus ada. 

"Berapa jumlah kebutuhannya, kami tidak memiliki data persis. Setiap perusahaan berbeda. Pemerintah lebih tepat [yang merangkum data kebutuhan]," kata Kendra di Jakarta, Selasa (20/3/2018). 

Menurut Kendra, kebutuhan garam tidak ekonomis jika diadakan sendiri oleh industri farmasi karena jumlah kebutuhan tidak mencapai skala keekonomian. Jenis garam ini memiliki spesifikasi khusus yang wajib terpenuhi sebelum digunakan sebagai bahan baku oleh industri farmasi.

"Kesulitan kami, industri farmasi tidak butuh banyak, maka pilihan lainnya adalah impor," katanya. 

Dia mengatakan, kebutuhan produk dengan spesifikasi khusus oleh industri farmasi tidak hanya untuk jenis garam. Jenis produk khusus juga dibutuhkan untuk gula hingga alkohol. 

"Produk yang kami pakai tidak sama dengan di pasar, jenisnya khusus," katanya.

Mengingat pentingnya keberadaan bahan baku dalam industri obat-obatan ini, dia berharap kemudahan dan dukungan dari pemerintah. Baik dalam proses impor bahan baku maupun dukungan kebijakan sehingga tidak mematikan industri. 

Apalagi industri farmasi menjadi salah satu prioritas sektor yang ditingkatkan pada 2018. Sektor ini juga telah terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Bahkan pada 2017 lalu tercatat industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh sebesar 6,85%  dengan nilai investasi yang meningkat sebesar 35,65%. 

Selain itu industri memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi sebesar 0,48%. Sektor farmasi juga telah menggaet investasi sebesar Rp5,8 triliun. 

 

 

Tag : garam
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top