EKSPOR UDANG BEKU: Jepang Lebih Serap Bentuk Tempura dan Nobashi

Pasar ekspor udang beku ke Jepang saat ini cenderung memasok komoditas tersebut dalam bentuk panganan yang siap saji yaitu tinggal menggoreng atau merebusnya
Linda Teti Silitonga | 18 Maret 2018 23:01 WIB
Proses membuat udang beku tempura di pabrik PT Panca Mitra Multiperdana. - .

Bisnis.com, SITUBONDO— Pasar ekspor udang beku ke Jepang saat ini cenderung memasok komoditas tersebut dalam bentuk panganan yang siap saji yaitu tinggal menggoreng atau merebusnya .

Presiden Direktur PT Panca Mitra Multiperdana Martinus Soesilo mengemukakan jika pada tahun 1990-an, masyarakat Jepang banyak mengkonsumsi udang beku yang mesti melalui tahapan diolah sebelum disantap, kini menjadi lebih menggemari produk udang beku yang sudah siap pakai (value added), seperti tempura nobashi, atau dalam bentuk tusuk sate udang.

“Jepang dulu beli udang sebagai komodas, sekarang [menyasararkan] produk ang value added dan bisa langsung pakai,” kata Martinus kepada pers saat melakukan kunjungan ke pabrik PT Panca yang ada di Situbondo, Jawa Timur, Minggu (18/3/2018).

Pergeseran kebutuhan tersebut, ujarnya, sejalan dengan bertambah tuanya konsumen yang awalnya menggemari udang beku, dan pergerakan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

“Kalau [beli udang] yang belum diolah ongkos menjadi mahal,” kata Martinus.

Sementara itu, PT Panca Mitra Multiperdana pada tahun ini menargetkan untuk menggandakan volume ekspor udang beku yang semula 10.000 ton pada 2017 menjadi 20.000 ton pada 2018i.

Martinus Soesilo mengemukakan target tersebut ditopang dengan 4 unit pabrik yang telah beroperasional di Situbondo. Pabrik yang keempat dioperasionalkan pada awal 2018. Pabrik yang ada di Situbondo untuk memproses udang vaname.

Sementara itu perusahaan tersebut juga memiliki 2 pabrik di Tarakan, Kalimantan Utara untuk memproses udang windu (black tiger)

Dia mengatakan PT Panca saat ini merupakan industri udang beku yang masuk dalam posisi tiga besar di dalam negeri.

Martinus mengatakan perusahaan akan tetap fokus pada industri udang beku yang 100% pangsanya untuk ekspor. Yaitu sebanyak 70% dikirim ke AS, 20% ke Jepang. Lainnya ke Eropa dan Asia.

Perusahaan itu mempekerjakan 3.,000 kayawan di Situbondo, dan 700 di Tarakan. Total karyawan berjumlah 4.000 orang, termasuk staf

Martinus mengatakan perusahaan tidak akan melebarkan sayap bisnis untuk mengelola sendiri tambak udang. Mengingat jumlah pasokan udang yang dibutuhkan cukup tinggi.

Satu hari perusahaan itu membutuhkan 80 ton udang segar. Sedangkan per hektare tambak hanya menghasilkan 60 ton per tahun jika memang sukses.

“Jadi kalau mau buat tambak sendiri, kami butuh 486 hektare. Itu tak mungkin kami lakukan,”katanya

PT Panca saat ini bekerja sama dengan lebih 20 petambak besar di daerah Jawa Timur, Sumbawa, Madura, medan dan Sulawesi.

“Sekarang ini pertumbuhan tambak udang di luar Jawa. Sulawesi lagi booming.”

PT Panca saat ini memasok udang beku ke gerai ritel raksasa Walmart, Kroger dan Ahold. Selain itu juga antara lain memasok ke perusahaan food service Gordon Food Service.

Tag : udang
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top