EKSPANSI JASA KURIR, Megahub JNE Cengkareng Beroperasi 2019

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir menyatakan proyek pembangunan megahub di Cengkareng Tangerang Banten akan dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai 2019.
Hendra Wibawa & Maria Y Benyamin | 13 Maret 2018 14:53 WIB
Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi (kiri) memberikan sharing pada acara Leaders Day Bisnis Indonesia, di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Arif Budisusilo

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir menyatakan proyek pembangunan megahub di Cengkareng Tangerang Banten akan dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai 2019.

Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi mengatakan proyek megahub yang lokasinya dekat dengan Bandara internasional Soekarno Hatta Cengkareng itu akan memiliki kapasitas melayani lebih dari 800.000 kiriman paket per hari.

"Kami targetkan proyek dimulai tahun ini dan selesai pada 2019," ujarnya setelah menjadi pembicara utama acara Leaders Day bertema Menjaga Semangat Kerja untuk Mempertahankan Posisi Market Leader di Era Digital di Wisma Bisnis Indonesia, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, megahub JNE di Cengkareng itu juga akan dilengkapi fasilitas robot sortir otomatis yang bisa mensortir sekitar 40.000 kiriman paket per jam. Sejauh ini, Feriadi belum bisa memastikan berapa investasi proyek megahub di Cengkareng itu. "Besarnya investasi bangunan megahub ini akan kita bangun setelah memutuskan siapa vendor yang akan membangun automatic sortir," paparnya.

Feriadi mengakui persaingan di era digital saat ini tidak mudah. Pemain baru bermunculan dengan mengusung teknologi yang jauh lebih hebat. Dalam kondisi ini, para pemain yang telah eksis harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, sehingga tetap memenangkan pasar.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus berubah. Tantangannya adalah membuat model bisnis menjadi lebih efektif dan efisien.”

Berkat berbagai inovasi yang dilakukan, JNE kini semakin memantapkan diri menjadi pemain besar di bisnis logistik. Booming perdagangan elektronik (e-commerce) membuat bisnis JNE, yang pada 1990 didirikan oleh delapan orang dengan modal Rp100 juta, terus tumbuh.

“Salah satu kunci untuk bersaing pada era sekarang adalah inovasi. Cari strategi yang applicable terhadap situasi yang dibutuhkan saat ini,” tegas Feriadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jne

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top