Tembus 1 Juta TEUs, Operator New Priok Diminta Pacu Pelayanan

Kementerian Perhubungan meminta operator New Priok Container Terminal One (NPCT1) untuk meningkatkan level pelayanan seiring pencapaian arus peti kemas sebesar 1 juta TEUs (Twenty Feet Equivalent Units).
Rivki Maulana | 13 Maret 2018 12:52 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok di Jakarta, Selasa (13/9). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan meminta operator New Priok Container Terminal One (NPCT1) untuk meningkatkan level pelayanan seiring pencapaian arus peti kemas sebesar 1 juta TEUs (Twenty Feet Equivalent Units).

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Junaidi mengatakan pihaknya mengapresiasi pencapaian NPCT1 karena bisa menggapai througput 1 juta TEUs hanya dalam waktu 19 bulan sejak beroperasi perdana pada Agustus 2018.

"Pemerintah berharap dengan pencapaian tersebut, NPCT1 dapat terus meningkatkan level of service sehingga memberikan pelayanan terbaiknya kepada pengguna jasa," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (13/3/2018).

Junaidi menerangkan, kecepatan pelayanan serta fasilitas seperti dermaga dan peralatan bongkar muat harus dipertahankan guna menjaga tingkat produktivitas. Menurutnya, pencapaian NPCT1 tidak lepas dari kesiapan operasional terminal petikemas, baik dari sisi infrastruktur, suprastruktur, maupun sistem informasi.

Junaidi menjelaskan sinkronisasi pelayanan antara terminal dengan instansi terkait harus ditingkatkan agar mempelancar arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Di sisi lain, Junaidi menilai bahwa NPCT1 juga telah menerapkab keamanan di Terminal sesuai International Ship and Port Facilities Security (ISPS) Code dengan baik. "Kami juga meminta NPCT1 tetap memperhatikan aspek keselamatan Kapal termasuk sistem pemuatan kontainer dan aspek stabilitas kapal" pungkasnya.

Tag : new priok, tanjung priok
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top