PWON Tak Ekspansi Ritel Tahun Ini

PT Pakuwon Jati Tbk, menyatakan tak akan ada ekpsansi penambahan ruang ritel dalam rencana kerja tahun ini.
Anitana Widya Puspa | 13 Maret 2018 18:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pakuwon Jati Tbk, menyatakan tak akan ada ekpsansi penambahan ruang ritel dalam rencana kerja tahun ini.

Direktur Pengembangan Bisnis PWON Ivy Wong mengatakan perusahaan akan mengalokasikan belanja lahan senilai Rp200 miliar tahun ini. Namun pembelian lahan bersifat oportunistik dan hanya menyasar penambahan di sekitar kawasan pengembangan yang telah dimiliki perusahaan. Perusahaan akan lebih banyak mengembangkan kawasan terpadu sehingga belum ada wilayah baru untuk lokasi bidikan.

Dia menambahkan sama halnya untuk ruang ritel, dipastikan tak akan ada penambahan tahun ini. Hal itu dikarenakan tahun lalu dan sebelumnya perusahaan telah melakukan ekspansi tambahan ritel seluas 100.000 meter persegi.

Sementara untuk tahun depan perusahaan baru akan membuka lahan tambahan ritel seluas 25.000 meter persegi di Surabaya.

“Harga lahan di Jakarta untuk properti terlampau tinggi, jadi tidak ada target berapa ha, yang jelas ongoing saja. Kami sifatnya yang oportunistik saja," katanya kepada Bisnis dikutip Selasa (11/3) ).

Ivy menuturkan beberapa ritel di Surabaya memiliki tarif sewa sekitar Rp300 ribu per meter persegi bergantung pada lokasi dan tenan. Saat ini lanjut dia tenan terbesar memang masih berasal dari sektor makanan.

PWOn tercatat memiliki portofolio ritel diJakarta yakni Gandaria city, Kota Kasablanka, Blok M. Sedangkan di Surabaya yakni Tunjungan Plaza, Pakuwon mall. Adapun saat ini komposisi pendapatan berulang dari ritel setara dengan pendapatan dari penjualan residensial dan komersial yang dilakukan perusahaan.

Sementara itu, menurut riset Jones Lang LaSalle, tingkat hunian pusat belanja Jakarta hingga akhir 2017 sekitar 89%. Angka ini lebih buruk ketimbang catatan 2012 hingga 2016 yang selalu di atas 90 persen.

Sementara tingkat serapan sepanjang kurtal IV-2017, JLL menyebut hanya 2.600 meter persegi. Padahal, hingga akhir 2019 akan terdapat tambahan ruang pusat belanja seluas 106.000 meter persegi.

Tentu saja, menurunnya tingkat hunian ini juga menimbulkan efek domino yakni tarif sewa yang sedikit tertekan.

JLL mencatat tak ada kenaikan sama sekali dari segmen tarif sewa secara triwulanan. Tarif sewa berada pada level rata-rata Rp 494.171 per meter persegi per bulan.

Tag : pakuwon group
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top