Pendiri Matahari Department Store Meninggal, Begini Kesan Hippindo Soal Mendiang

Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya pendiri toko jaringan ritel Matahari Deptartment Store Hari Darmawan pada Minggu (10/3/2018).
Agne Yasa | 10 Maret 2018 14:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya pendiri toko jaringan ritel Matahari Deptartment Store Hari Darmawan pada Sabtu (10/3/2018).

"Mendiang merupakan tokoh retail yang memberikan kontribusi dan jasa yang sangat luar biasa berharga bagi dunia retail Indonesia. Beliau akan selalu dikenang atas perannya dalam memajukan retail Indonesia termasuk suplier-supliernya. Hati, pikiran saran perjuangan beliau telah diberikan untuk dunia retail Indonesia dan menjadi inspirasi bagi kita semua," jelas Budihardjo Iduansjah Ketua Umum Hippindo.

Adapun mendiang Hari Darmawan meninggalkan istri dan dua anak. Menurut rencana, jenazah akan dikremasikan di Bali.

"Kami sangat berduka dan kehilangan sosok Tokoh Panutan Ritel di Indonesia yang merupakan guru sekaligus mentor yang rendah hati, visioner, bijaksana dan sangat sosial yang memiliki karakter pengusaha hebat. Semoga kami dapat meneruskan perjuangan beliau untuk memajukan ritel di tanah air," ujar Budihardjo.

Pihaknya juga mendoakan agar mendiang Hari Darmawan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Doa dan simpati kita selalu menyertai keluarga, kerabat dan kolega beliau agar selalu diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadap suasana duka pada saat ini," katanya.

Hari Darmawan adalah seorang pengusaha nasional Indonesia yang merupakan pendiri toko jaringan ritel terkemuka Matahari Department Store dan tempat wisata populer di Cisarua, Bogor, yaitu Taman Wisata Matahari.

Ayah Hari Darmawan, Tan A Siong, adalah seorang pengusaha lokal Makassar yang behubungan dengan produk-produk pertanian. Dia dilahirkan dari keluarga besar 12 bersaudara.

Pada tahun 1950-an usaha keluarganya mengalami kesulitan dan akhirnya bangkrut, sehingga HariDarmawan bersama orang tuanya harus berjuang keras untuk menjalankan usaha dari nol lagi.

Dari latar belakang keluarga pedagang seperti ini, menjadikan Hari kecil tumbuh menjadi seorang pemuda yang tekun, ulet, jujur, pantang menyerah, dan ingin selalu menjadi pemenang.

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, dia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia bertemu dan menikahi putri dari pemilik "Mickey Mouse", sebuah toko serba ada berukuran kecil di Pasar Baru, yang pada saat itu merupakan sebuah distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta.

Ayah mertua Hari Darmawan kemudian menjual toko serba ada tersebut kepadanya. Di bawah pengelolaannya, toko berkembang pesat.

Pada tahun 1968, dia membeli toko serba ada terbesar di Pasar Baru waktu itu yang bernama "Toko De Zon" (dari bahasa Belanda yang berarti The Sun atau Matahari dalam bahasa Indonesia).

Dia mengganti namanya menjadi "Matahari" dan gerai pertama dibuka pada 24 Oktober 1958 yang menempati gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta.

Pada tahun 1980-an, "Matahari" membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia dan toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia.

Semasa krisis moneter tahun 1997, bisnis Hari Darmawan terkena dampaknya dan menanggung kerugian besar. Akhirnya, bisnisnya dibeli oleh Lippo Group. Hari Darmawan sendiri kemudian mendirikan perusahaan baru bernama "Pasar Swalayan Hari-Hari".

Selain di bidang bisnis retail, Hari Darmawan juga telah merambah ke bidang pariwisata dengan membangun Taman Wisata Matahari yang berlokasi di Cisarua, Bogor.

Tag : matahari department store
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top