Mendag Apresiasi Inisiatif Ritel Modern Gerakan Wirausaha dan UKM

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengapresiasi langkah ritel modern untuk menggerakan wirausaha dan usaha kecil menengah melalui pemanfaatan teknologi.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  17:57 WIB
Mendag Apresiasi Inisiatif Ritel Modern Gerakan Wirausaha dan UKM
. - .

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengapresiasi langkah ritel modern untuk menggerakan wirausaha dan usaha kecil menengah melalui pemanfaatan teknologi.

Dia menyambut baik langkah Alfamart dalam menghadirkan inovasi toko virtual Alfamind yang melibatkan para pelaku entrepreneur untuk menjadi pemilik toko dan UKM sebagai salah satu pemasok atau supplier produk.

"Ya ini, perkembangan e-commerce itu suatu keniscayaan dan bertumbuh dengan pesat," katanya, ketika menghadiri acara Peluncuran Alfamind, pada Rabu (28/2/2018).

Untuk itu pihaknya mengapresiasi kepada Alfamart karena melalui Alfamind telah mengikuti perkembangan dagang elektronik yang terjadi dan sekaligus mengembangkan sales force serta mencetak entrepreneur atau pedagang baru.

"Dia [Alfamart] mencetak enterpereneur atau pengusaha atau pedagang baru dengan satu hal yang bisa secara langsung membuat mereka percaya diri untuk menjual produk-produk yang mendapatkan keuntungan," jelasnya.

Selain itu, menurutnya, program ini akan mendorong industri kecil dan menengah karena produk-produk yang dijual juga berasal dari usaha kecil menengah.

"Ini hal yang luar biasa perkembangan teknologi diimbangi usaha yang rill," ujarnya.

Dia mengatakan ke depan akan lebih banyak yang memanfaatkan platform ini karena saat ini saja sudah ada 3.500 orang yang bergabung di Alfamind.

"Pertumbuhannya pasti sangat cepat sekali, karena baru launching sudah 3.500," katanya.

Dia berharap pengusaha-pengusaha ikm betul-betul memanfaatkan media ini untuk mengembangkan usahanya dengan cermat, baik, penuh tanggung jawab.

"Alfamind akan mensupport dan pemerintah dalam posisi, apa yang perlu dibantu, apa yang perlu dilakukan, pasti dilakukan," katanya.

Sementara itu, Hans Prawira, Presiden Direktur Alfamart, mengatakan toko secara fisik membutuhkan investasi yang besar sehingga kehadiran toko secara virtual dengan memanfaatkan teknologi virtual reality dan augmented realiti, dapat menjadi peluang.

"Barangnya jauh lebih banyak, toko kecil sekitar 4.000 SKU, Alfamind saat ini bisa 8.000 SKU, diharapkan bisa lebih berkembang ke depannya," katanya.

Dia mengatakan lewat peluang toko virtual ini, modal yang dibutuhkan minim. Hans mengatakan praktis yang dibutuhkan hanya modal kerja di tahap awal RP 1juta.

"Tapi kalau tidak dilanjutkan, modalnya dikembalikan, jadi praktis tidak ada investasi yang dikeluarkan sebagai modal, lebih ke modal kerja," katanya.

Dia mengatakan diharapkan dengan Alfamind dapat membuka peluang usaha sekaligus menambah akses pemasaran bagi UKM.

"Responsnya cukup bagus, kami sudah punya 3.500 store owner yang bergabung, 8.000 item, 120 pemasok yang sebagian besar UKM. Ini kaan etrus dikembangkan dengan kampanye yang lebih banyak," jelasnya.

Enggartiasto mengatakan terdapat dua persoalan yang menjadi tantangan bagi UKM yaitu pemasaran dan permodalan.

Dari sisi pemasaran, kerja sama ritel modern untuk memasarkan juga menjadi salah satu inisiatif yang diapresiasi.

Kemudian dari sisi permodalan, sudah banyak berbagai bantuan permodalan yang dilakukan, mulai dari kredit usaha rakyat (KUR), permodalan perbankan.

"Kalau pengusaha warung dan pasar tradisional, kami bekerja sama dengan perbankan dan Alfamart, Indomaret dan seluruh ritel modern untuk membantu itu," katanya.

Adapun untuk ekspor, pihaknya menyiapkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

"Jadi sudah banyak ukm-ukm yang terbantu betul volume pertumbuhannya dengan bantuan kredit dari LPEI," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alfamart

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top