Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setelah Singapura, Surveyor Indonesia Siap Buka Cabang di Malaysia

PT Surveyor Indonesia (Persero) pada tahun ini akan membuka cabang di Malaysia, setelah kantor perwakilan yang ada di Singapura mencetak kinerja yang makin positif.
Presiden Direktur PT Surveyor Indonesia M. Arif Zainuddin (kanan) didampingi Direktur Dian M. Noer saat mengunjungi kantor redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (13/2)./JIBI-Nurul Hidayat
Presiden Direktur PT Surveyor Indonesia M. Arif Zainuddin (kanan) didampingi Direktur Dian M. Noer saat mengunjungi kantor redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (13/2)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—PT Surveyor Indonesia (Persero) pada tahun ini akan membuka cabang di Malaysia, setelah kantor perwakilan yang ada di Singapura mencetak kinerja yang makin positif.

Presiden Direktur PT Surveyor Indonesia (Pesero)  M. Arif Zainuddin mengatakan pasar Singapura mulai beroperasi sejak tahun 2015, dan pada tahun ini telah mencetak laba bagi perusahaan.

“Pada 2018 ini, kami akan masuk pasar inspeksi di Malaysia setelah mengembangkan pasar Singapura,” kata Arif saat berkunjung ke Kantor Harian Bisnis Indonesia, Selasa (13/2/2018).

Sebelumnya, Surveyor memliki 22 cabang yang ada di 17 negara. Namun sejak tugas untuk melakukan pemeriksaan barang impor di negara asal (preshipment inspection) dihapuskan pada 1997, sejak itu pula seluruh cabang di luar negeri ditutup.

Baru kemudian pada 2015, Surveyor kembali melirik pasar inspeksi yang ada di luar negeri.

Kepala Sektor Penguatan Institusi dan Kelembagaan Surveyor Indonesia Anjar Niryawan mengatakan memang laba yang dihasilkan perwakilan di Singapura masih terbilang kecil, tapi besarannya cukup menjanjikan.

Kantor cabang Surveyor di Singapura, ujar dia, antara lain melakukan pemerikasaan barang bekas (second hand) atau barang modal bukan baru (BMBB), seperti mesin.

 “Pabrik di Indonesia tidak semua punya kemampuan beli baru, jadi tugas kami memeriksa mesin [bekas] apakah masih bagus dan bukan scrap,” kata Anjar.

   


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper