Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sri Mulyani: Kebijakan Tax Holiday & Tax Alowance Akan Ditinjau Ulang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan meninjau ulang kebijakan mengenai tax allowance dan tax holiday.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 12 Februari 2018  |  21:58 WIB
Sri Mulyani: Kebijakan Tax Holiday & Tax Alowance Akan Ditinjau Ulang
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (15/1). - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan meninjau ulang kebijakan mengenai tax allowance dan tax holiday.

Salah satu tujuan peninjauan ulang (review) yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan terhadap kebijakan tax allowance dan tax holiday adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat.

“Katakanlah mereka mengatakan ada kriteria yang dianggap berat seperti jumlah tenaga kerja yang harus diserap, kemudian investasi minimal. Kita akan review lebih secara pragmatis,” kata Sri Mulyani di Istana Presiden seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, salah satu bentuk peninjauan ulang secara pragmatis itu antara lain perkembangan industri tersebut. Sri mencontohkan sebuah perusahaan yang telah beroperasi lama atau “pemain lama”.

“Dalam persyaratan itu, dia harus memiliki badan baru atau PT baru. Nah, kita akan lihat kalau perusahaan ini memang sudah akan melakukan ekspansi dan ekspansi itu memang memiliki nilai signifikan maka dia bisa dipertimbangkan mendapatkan [insentif pajak],” katanya.

Di sisi kebijakan tax allowance, Sri menyatakan pihaknya akan memaksimalkan dari sisi aturan perundang-undangan dengan cara memberikan kompensasi. Dengan demikian, menurutnya, insentif untuk berinvestasi itu menjadi muncul.

“Risiko lebih kecll tapi return lebih tinggi dan insentifnya menjadi lebih besar lagi. Itu yang akan kita lakukan sekarang, dan moga-moga bisa selesai pada bulan depan,” katanya.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya meninjau ulang data-data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Direktorat Jenderal Pajak serta Bea Cukai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perpajakan sri mulyani
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top