Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perum Perindo Akan Belajar Manajemen Pasar Ikan Modern

Perum Perikanan Indonesia tengah mempelajari manajemen pasar ikan modern guna mempersiapkan diri mengelola Pasar Ikan Modern Muara Baru yang sedang dibangun.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 11 Februari 2018  |  23:00 WIB
Pekerja memilah ikan untuk dipasarkan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Selasa (30/1). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap menargetkan produksi ikan pada tahun 2018 sebanyak 9,45 juta ton atau setara dengan Rp209,8 triliun dengan cara mendorong keterlibatan BUMN pada sektor perikanan dan memperbaiki sistem pencatatan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Pekerja memilah ikan untuk dipasarkan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Selasa (30/1). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap menargetkan produksi ikan pada tahun 2018 sebanyak 9,45 juta ton atau setara dengan Rp209,8 triliun dengan cara mendorong keterlibatan BUMN pada sektor perikanan dan memperbaiki sistem pencatatan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA -- Perum Perikanan Indonesia tengah mempelajari manajemen pasar ikan modern guna mempersiapkan diri mengelola Pasar Ikan Modern Muara Baru yang sedang dibangun.

Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda mengatakan perusahaan sebenarnya berpengalaman mengelola pasar ikan semimodern Pasar Ikan Muara Baru yang saat ini seluruhnya berupa lapak basah (wet market).

Namun, berhubung pasar ikan modern nantinya mencakup pula kios kering (dry market) dan fasilitas lebih modern lain yang mengedepankan kehigienisan, maka Perindo perlu meningkatkan kemampuan manajemen.

"Pasar ikan modern berciri higienis, bersih, bukan hanya wet market, tapi ada dry market, ada tambahan item yang akan kami lakukan. Untuk itu kami akan upgrade," kata Risyanto saat dihubungi, Jumat (9/2/2018).

Seperti diketahui, Perindo ditunjuk oleh pemerintah untuk mengelola Pasar Ikan Modern Muara Baru yang tengah dibangun menggunakan dana APBN senilai Rp150,7 miliar itu. Pengelolaan pasar ikan modern di beberapa negara, seperti Jepang dan Korea, akan menjadi acuan Perindo. BUMN perikanan itu bersama Kementerian Kelautan sedang menyusun standard operating procedure (SOP) pengelolaan dan kehigienisan pasar yang digadang-gadang menjadi 'Tsukiji Fish Market' Indonesia itu.

Risyanto menyebutkan setidaknya ada dua hal yang akan mengacu pada Tsukiji, yakni infrastruktur fisik dan pengelolaan pasar modern. Infrastruktur fisik a.l. berupa outlet penjualan, sarana pengelolaan limbah, dan sarana pemrosesan ikan. Adapun pengelolaan meliputi SOP dan sumber daya manusia. Perindo akan meningkatkan pengetahuan SDM melalui asistensi yang diberikan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Buat Perindo, yang SOP dan SDM ini yang challenge-nya lebih besar," tuturnya.

Dengan penambahan dry market dan fasilitas modern lainnya, Perindo memperkirakan penambahan transaksi hingga 25%-30%. Para pedagang ikan di Pasar ikan Muara Baru yang ada saat ini setiap hari memperjualbelikan 400 ton ikan dengan perputaran uang Rp9 miliar per hari.

Risyanto mengatakan seluruh pedagang alias pemilik 900 lapak basah di pasar lama akan ditampung di pasar modern. Industri pengolahan ikan di kawasan Muara Baru pun akan dilibatkan untuk mengisi dry market. Perindo mencatat ada sekitar 100 pabrik yang mengolah berbagai produk perikanan, seperti tuna loin dan sashimi. Mereka juga bisa menjajakan produk di gerai kuliner.

"Kami akan memprioritaskan riteler atau seller yang sudah ada di Muara Baru. Kalau masih ada slot, kami akan undang dari luar."

Mulai dibangun bulan ini, Pasar Ikan Modern Muara Baru ditargetkan beroperasi awal 2019. Bangunan pasar nantinya didukung oleh fasilitas lain, seperti chilling room, ice storage, layanan perbankan, klinik kesehatan, wisata kuliner. laboratorium, masjid, pengepakan ikan, gardu PLN, dan instalasi pengelolaan air limbah.

KKP juga berencana membangun lemari pendingin atau cold storage berkapasitas 1.000 ton untuk menopang stok ikan para tenant pasar ikan modern. Muara Baru nantinya hanya menjual ikan dari seluruh pelosok Indonesia, baik ikan laut maupun air tawar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pasar Ikan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top