Duta Lingkungan Hidup Prancis ke RI, Ini Harapan Produsen Biofuel

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) meyakini pihak kementerian akan merundingkan terkait kendala perdagangan minyak sawit dan biodiesel untuk kawasan Uni Eropa saat Duta Besar Prancis untuk Lingkungan Hidup Xavier Sticker tengah berkunjung ke Indonesia saat ini.
Linda Teti Silitonga | 24 Januari 2018 13:32 WIB
Duta Prancis untuk Lingkungan Hidup Xavier Sticker. - .

Bisnis.com, JAKARTA-- Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) meyakini pihak kementerian akan merundingkan terkait kendala perdagangan minyak sawit dan biodiesel untuk kawasan Uni Eropa saat Duta Besar Prancis untuk Lingkungan Hidup Xavier Sticker tengah berkunjung ke Indonesia saat ini.

“Kemenko Perekonomin (tentunya) akan mendiskusikan mengenai masalah yang sedang dirundingkan di Eropa tentang sustainibility sawit,” kata  Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan  kepada Bisnis, Rabu (24/1/2018).

Dia mengemukakan kedatangan Sticker merupakan kunjungan resmi kenegaraan.

Seperti diketahui, Duta Prancis untuk Lingkungan Hidup Xavier Sticker yang tengah berada ke Indonesia akan melakukan kunjungan ke perkebunan kelapa sawit di Pekanbaru.

Rilis yang diperoleh Bisnis dari Kedutaan  Besar Prancis di Indonesia menjelaskan kunjungan  ke Indonesia dilakukan, setelah Sticker mendatangi Malaysia yang juga membahas masalah lingkungan hidup.

Dalam kunjungan kali ini, juga disebutkan adanya pertemuan dengan pihak Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Perdagangan, termasuk LSM da asosiasi yang menaungi petani.

Disebutkan kunjungan ke perkebunan sawit di Pekanbaru, untuk melihat secara langsung praktik perkebunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Press Conference with Mr. Xavier Sticker, French Ambassador for the Environment.

Rencananya pada Kamis (25/1/2018),  Sticker  akan menggelar jumpa pers pada pk, 16.30.

Kunjungan Sticker ke Indonesia apalagi melihat langsung perkebunan sawit di Indonesia menjadi sorotan. Mengingat  pada Rabu (17/1/2018), telah dilakukan pengambilan suara (voting) terkait penolakan biodiesel berbahan CPO di tingkat Parlemen Eropa..

Tercatat, proposal yang mengatur larangan konsumsi sawit sebagai bahan pembuat biofuel, disetujui oleh 492 orang. Sementara itu, anggota parlemen yang menolak sebanyak 88 orang dan 107 orang lainnya menyatakan abstain.

Salah satu kebijakan yang dihasilkan melalui proses jajak pendapat yang digelar pada Rabu tersebut adalah menghapus minyak kelapa sawit sebagai salah satu bahan dasar biodiesel. Dalam penjelasannya, proposal tersebut menyebutkan bahwa minyak sawit dianggap menjadi salah satu penyebab proses deforestasi.

Proposal tersebut juga menyebutkan bahwa penggunaan sawit untuk biodiesel di Uni Eropa akan berakhir pada 2021, yang menjadi periode awal diterapkannya undang-undang konsumsi energi Eropa yang baru.

Proses pengambilan suara pertama tersebut merupakan bagian dari prosedur legislatif biasa di Komisi Eropa. Langkah itu dilakukan untuk membentuk RUU yang akan diajukan ke Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa.

Setelah voting di tingkat parlemen, Komisi Eropa dan Dewan Eropa pada Februari 2018 yang akan membahas hasil jajak pendapat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cpo

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top