Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin Pastikan Belum Ada Keluhan Kesulitan Bahan Baku

Kementerian Perindustrian berharap peningkatan harga ayam dapat segera berakhir agar tidak mengganggu industri pengolahan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 17 Januari 2018  |  18:41 WIB
Kemenperin Pastikan Belum Ada Keluhan Kesulitan Bahan Baku
Peternak mengambil telur ayam broiler di salah satu peternakan di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (7/3). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian berharap peningkatan harga ayam dapat segera berakhir agar tidak mengganggu industri pengolahan.

Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kemenperin Enny Ratnaningtyas mengatakan melonjaknya harga di pasaran merupakan dampak dikuranginya izin impor indukan (grand parent stock/GPS).

"Sehingga suplainya [ke pasar] kurang. Dampaknya harga naik," kata Enny di Jakarta, Rabu (17/1/2018). 

Kemenperin mengharapkan persoalan impor GPS ini dapat segera ditanggulangi sehingga harga kembali stabil. Enny juga menegaskan sejauh ini belum ada keluhan dari industri pengolahan unggas yang menyatakan kesulitan bahan baku.

Harga ayam terus merangkak naik sehingga memukul industri. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) mencatat, harga daging ayam ras segar mencapai Rp34.900/kg, atau meningkat Rp200 dibanding kemarin (Selasa) yang hanya Rp34.700/kg.

Padahal sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, ditetapkan penjualan daging ayam ras dari petani sebesar Rp18.000/kg dan di tingkat konsumen Rp32.000/kg.

Sebelumnya Iim Ruhimat, Ketua Koperasi Pesat Bakti Bangsa, yang merupakan penyuplai ke pabrik pengolahan berbahan dasar ayam seperti sosis, juga menyebutkan kondisi saat ini sulit. Dia mengatakan industri pengolahan juga mulai menurunkan produksi karena harga bahan bakunya tinggi.

“Bahkan bisa dikurangi 60% produksinya juga [pabrik pengolahan bahan baku ayam],” sebutnya kepada Bisnis, Rabu (17/1/2018).

Iim mengatakan biasanya dalam satu pekan, dia mampu menyuplai 5-6 kali ke pabrik. Namun, sekarang dia hanya mampu menyuplai 2 kali. Pasokan dikirim ke daerah Jakarta, Bandung, Tangerang dan sekitarnya.

“Sekarang seminggu 2 kali juga sudah untung. Sekali memasok bisa sampai 2 ton hingga 3 ton, itu hanya daging, tanpa kulit dan tulang,” ungkap Iim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ayam
Editor : Ratna Ariyanti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top