Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERBAIKAN KEMUDAHAN BERUSAHA: Pemerintah Prioritaskan 6 Indikator

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memprioritaskan enam indikator untuk memperbaiki peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) di Indonesia.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 15 Januari 2018  |  13:18 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kiri), berdiskusi dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di sela-sela acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Rabu (29/11). - JIBI/Dwi Prasetya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kiri), berdiskusi dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di sela-sela acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Rabu (29/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memprioritaskan enam indikator untuk memperbaiki peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Bank Dunia dalam laporan terbarunya menempatkan Indonesia pada posisi ke-72 dari 190 negara dalam kemudahan berusaha tahun 2018. Prestasi tersebut melanjutkan tren percepatan peningkatan peringkat pada tahun sebelumnya. Pada 2017, posisi Indonesia naik 15 peringkat, dari posisi 106 ke peringkat 91.

"Kita sudah tahun ketiga melakukan perbaikan ranking di dalam EoDB. Jadi kita lebih kurang tahu kiatnya bagaimana," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi Ease of Doing Business, Senin (15/1/2018).

Menurut Darmin, enam indikator yang akan diprioritaskan adalah indikator dengan peringkat di atas 100. Indikator yang akan jadi prioritas untuk diperbaiki di antaranya Starting Business (144), Dealing with Construction Permits (108), Registering Property (106), Enforcing Contracts (145), Paying Taxes (114) dan Trading Across Borders (112).

“Kita akan banyak fokus kepada indikator-indikator yang masih jelek. Cara ini ditempuh untuk memastikan kita bisa mencapai perbaikan yang berarti pada tahun ini,” tuturnya.

Darmin menjelaskan perbaikan di indikator-indikator tersebut sangat penting. Pasalnya, Presiden Joko Widodo menargetkan agar EoDB Indonesia berada di posisi ke-40. Terkait hal tersebut, pemerintah akan segera melakukan sejumlah perbaikan khususnya dari aspek izin, prosedur dan waktu agar peringkat kemudahan berusaha di Indonesia semakin meningkat.

Adapun rapat tersebut dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan perwakilan pejabat kementerian/lembaga terkait.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iklim investasi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top