Daftar Pemenang LafargeHolcim Awards

Konstruksi berkelanjutan di Asia Pasifik memiliki makna tersendiri bagi pembangunan untuk masyarakat. Hal ini terlihat dari berbagai proyek yang memenangkan hadiah di LafargeHolcim Awards untuk Asia Pasifik yang diserahkan di Kuala Lumpur, Malaysia pada akhir November 2017.
Anitana Widya Puspa | 09 Desember 2017 21:08 WIB
perumahan, properti

Bisnis.com, JAKARTA - Konstruksi berkelanjutan di Asia Pasifik memiliki makna tersendiri bagi pembangunan untuk masyarakat. Hal ini terlihat dari berbagai proyek yang memenangkan hadiah di LafargeHolcim Awards untuk Asia Pasifik yang diserahkan di Kuala Lumpur, Malaysia pada akhir November 2017.

Tiga proyek dari Indonesia membawa pulang masing-masing Silver Award dalam kategori utama, Acknowledgement Award dan Next Generation Award yang berfokus pada peningkatan kualitas edukasi melalui keterlibatan masyarakat danmeningkatkan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.

LafargeHolcim Awards mengapresiasi konstruksi lebih dari hanya sekadar bangunan yang indah. Kriteria kompetisi berhadiah total US$2 juta ini sama menantangnya dengan tujuan berkelanjutan itu sendiri.

Kompetisi ini memberi pengakuan terhadap desain yang melampaui standar saat ini, menonjolkan respons berkelanjutan atas berbagai isu teknologi, lingkungan, sosial ekonomi, dan budaya yang memengaruhikonstruksi kontemporer, dan menawarkan solusi terhadap cara membangun.

Tahap pertama kompetisi LafargeHolcim Awards diadakan di lima wilayah, dan pemenang di masing- masing wilayah akan maju ke tahap global. Kompetisi di wilayah Asia Pasifik secara khusus, mewakili beragam budaya, negara, dan iklim. Ini tercermin pada lebih dari 1.100 proyek yang ikut serta dalam kompetisi ini.

Anggota Juri Marc Angélil, Profesor Arsitektur dan Desain di Swiss Federal Institute of Technology (ETH Zurich), mengomentari bagaimana “berbagai target isu” untuk konstruksi berkelanjutan.

Gold Award : Rumah untuk anak-anak termarjinalkan di India Architecture dari Mumbai, India, berencana untuk mengganti rumah singgah yang kurang memadai untuk anak-anak termarjinalkan di Thane, kota di bagian Barat India.

Silver Award : Perpustakaan mikro di Indonesia. Promosi dan diseminasi pengetahuan adalah tema yang sering muncul dalam kompetisi LafargeHolcim Awards – dan kali ini kembali dikemukakan dalam proyek SHAU dari Bandung, Indonesia. Proyek paviliun mereka berlokasi di sebuah taman dengan desain minimalis dan teratur dengan baik – tidak hanya menyediakan perpustakaan umum, tetapi juga fasilitas penyimpanan, toilet umum, dan musala.

Bronze Award : Bangunan universitas mengapung di Bangladesh WOHA dari Singapura ingin memperkenalkan bangunan dan ruang terbuka di lahan rawa yang telah diolah di Dhaka, Bangladesh. Mereka merancang bangunan universitas yang mengapung di atas kolam – dan desain keseluruhan yang membantu proses pembersihan kolam.

Dengan fasad taman vertikal, panel fotovoltaik, dan ventilasi terkontrol, proyek ini bisa menjadi model untuk keberlanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Acknowledgement Award : Untuk kepentingan masyarakat LafargeHolcim Awards di tingkat regional, memberikan penghargaan khusus bagi empat proyek di masing-masing wilayah. Keempat proyek tersebut antara lain dari pppooolll architects dari Jakarta, Indonesia, yang berencana untuk mempromosikan pertanian organik di pedesaan pulau Jawa dengan menyediakan pusat pelatihan bagi para petani muda.

Lalu, ada tim dari Tsinghua University dan Beijing University of Civil Engineering & Architecture di Tiongkok yang mengusulkan strategi untuk memperbaiki sebuah distrik bersejarah di Beijing dengan dukungan penduduk setempat. Tim dari Massachusetts Institute of Technology di Cambridge, MA, AS, telah merancang bangunan multifungsi tahan gempa untuk penyimpanan air dan penggunaan umum yang fleksibel di Thecho, Nepal.

Selanjutnya, proyek karya Bangkok Project Studio dari Thailand untuk mengadakan sarana penghubung komunitas di Rayong, Thailand, untuk peningkatan kegiatan budaya dan masyarakat di desa tersebut.

Next Generation Award: Masa depan di tangan mereka Empat hadiah diberikan pada kategori Next Generation yang semakin populer untuk mahasiswa dan profesional hingga usia 30 tahun. Kategori ini mencari proyek dan ide berani, yang menjadi ajang bagi para profesional muda untuk mendapatkan pengakuan. Proyek pertama yang memenangkan Next Generation Prize di tingkat regional diberikan kepada Mengyuan Zhu dari Tiongkok.

Zhu mengembangkan model untuk mengubah dan merevitalisasi desa Guming di dekat Nanjing. Hadiah kedua diberikan kepada Vedhant Maharaj dari Afrika Selatan. Dia merancang infrastruktur pengolahan air yang sensitif secara budaya di Varanasi, India. Andi Subagio dari Indonesia mendapatkan hadiah ketiga dalam kategori ini. Ia merancang sebuah sekolah multifungsi di Ruteng, Indonesia.

Hadiah keempat didapatkan oleh Tzu-Jung Huang dari Taiwan. Dia mempelajari hubungan timbal balik antara zona berkembang dan sistem ekologi di Taichung City, Taiwan.

 

Tag : rumah
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top