Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertemuan BIMP-EAGA Perkuat Kerja Sama 8 Bidang

Kerja sama bidang ekonomi bisnis yang dibangun empat negara Asean yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dinilai kian baik.
Eldwin BL Sangga
Eldwin BL Sangga - Bisnis.com 04 Desember 2017  |  01:55 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution - Reuters/Enny Nuraheni
Menko Perekonomian Darmin Nasution - Reuters/Enny Nuraheni

Bisnis.com, TARAKAN - Kerja sama bidang ekonomi bisnis yang dibangun empat negara Asean yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dinilai kian baik.

Hal itu merupakan hasil pertemuan puncak Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) yang dihadiri para menteri bidang ekonomi dari keempat negara.

Pertemuan BIMP-EAGA ke-21 menghasilkan kesepakatan peningkatan kerja sama di delapan bidang yaitu pariwisata, perdagangan, investasi transportasi, ketenagalistrikan, teknologi informasi dan komunikasi, pertanian, lingkungan, serta kebudayaan dan pendidikan.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan produk dari negara tetangga Malaysia bisa beredar diperjualbelikan di Kaltara mengingat wilayah Kaltara yang berbatasan langsung dengan daratan Malaysia.

“Tergantung dong, barang yang diperdagangkan selama itu boleh, ya boleh,” ujar Darmin usai memimpin pertemuan para menteri pada kegiatan BIMP-EAGA di Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Tarakan, Kaltara, Minggu (3/12/2017).

Namun, kata dia, semua itu ada aturan yang berlaku. Apakah barang Malaysia yang diperdagangkan mengikuti prosedur perdagangan jasa.

Dia menekankan kalau memang ada barang luar yang tidak mengikuti prosedur atau aturan, sudah pasti akan menjadi masalah.

Sementara, pada pertemuan BIMP-EAGA di Kaltara, tidak ada membahas atau mengatur regulasi lintas keempat negara.

“Kalau regulasi, tidak ada diatur di sini (BIMP-EAGA). Hanya membahas teknis antarnegara. Tapi, secara prinsip kami bicarakan,” ujarnya.

Darmin juga mengungkapkan Kaltara memiliki sumber energi. Walaupun harus membangunnya sendiri, tentu masih perlu waktu.

“Jadi, kalau antara Kaltara dengan Sabah (Malaysia), pasti perdagangannya harus kami fasilitasi. Supaya memudahkan apa yang bisa kami jual ke sana, dan apa yang bisa mereka jual ke sini,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bimp-eaga
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top