Gunung Garuda Segera Tekan MoU dengan Investor China

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan PT Gunung Garuda (Gunung Steel Group) akan menjalin kolaborasi dengan perusahaan asal China pada Sabtu pekan ini.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 29 November 2017 21:45 WIB
Pabrik baja di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, China - Reuters/William Hong

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan PT Gunung Garuda (Gunung Steel Group) akan menjalin kolaborasi dengan perusahaan asal China pada Sabtu pekan ini.

Dalam MoU tersebut tertuang kerja sama antara Gunung Garuda dan perusahaan asal China tersebut untuk memproduksi sebanyak 3 juta ton carbon steel (baja karbon) di Kawasan Industri Jorong, Kalimantan Selatan.

"Kawasan Industri Jorong bersama dengan Cilegon dan Morowali akan menjadi sentra baja karbon di Tanah Air pada masa mendatang," kata Airlangga, Rabu, (29/11/2017).

Pengembangan industri berbasis baja akan terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Hal ini bertujuan untuk memperkuat produksi di sektor hulu sehingga tidak bergantung pada impor. Selain itu, pertumbuhan investasi di sektor baja akan mendukung program pemerintah mengenai hilirisasi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mendorong industri untuk menggenjot produksi baja hingga 10 juta ton per tahun di klaster Cilegon hingga 2025. Selain itu, Kemenperin juga mendukung upaya penyelesaian pabrik baja karbon di Kawasan Industri Morowali pada 2020 dengan kapasitas produksi mencapai 3,5 juta ton per tahun.

Dihubungi secara terpisah, Wishnu Soehardjo, Direktur Utama PT Jorong Port Development (JPD), menyampaikan belum mengetahui secara detail mengenai MoU yang akan dijalin antara Gunung Garuda dengan pabrikan asal China di Kawasan Industri Jorong. Dia membenarkan jika ada perusahaan China yang sejak lama berminat untuk berinvestasi di Jorong, tetapi sampai saat ini belum terealisasi.

"Kami masih menunggu kejelasan isi MoU tersebut," kata Wishnu kepada Bisnis, Rabu (29/11).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
baja

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top