Jasa Armada Rambah Pemanduan di Selat Malaka

Perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal PT Jasa Armada Indonesia berencana ikut melayani jasa pemanduan di Selat Malaka mulai 2018.
Rivki Maulana | 28 November 2017 17:51 WIB
Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Dawam Atmosudiro mengunjungi kantor redaksi Bisnis Indonesia, Senin (20/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal PT Jasa Armada Indonesia berencana ikut melayani jasa pemanduan di Selat Malaka mulai 2018  berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan yang sudah berkecimpung di selat paling sibuk di dunia tersebut.

Direktur Komersial & Operasi Jasa Armada, Capt. Supardi mengatakan peluang bisnis dari jasa pemanduan sangat menjanjikan. Selat Malaka setiap tahun disinggahi 100.000 kapal yang membawa barang dagangan ke seluruh dunia. Nilai barang yang diangkut lewat Selat Malaka berkontribusi 80% terhadap perdagangan dunia.

"Ini marketnya besar. Pekerjaan rumahnya adalah, how to take the market," ujarnya kepada Bisnis.com selepas papara publik dan due diligence penawaran umum perdana (IPO) Jasa Armada, Selasa (28/11/2017).

Dia menambahkan, untuk menggarap jasa pemanduan di Selat Malaka, Jasa Armada akan menjalin kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero). Sebagaimana diketahui, Pelindo I telah mendapat limpahan wewenang dari Kementerian Perhubungan untuk menyelenggarakan jasa pemanduan di Selat Malaka--Selat Singapura (SOMS).

Supardi mengatakan, Jasa Armada siap membeli kapal pandu baru untuk melayani jasa pemanduan di Selat Malaka. Namun, dia belum merinci jumlah kapal yang akan dikerahkan ke Selat Malaka. Yang jelas, satu kapal pandu di pasaran dibanderol seharga Rp65 miliar per unit.

Di lain pihak, pada awal November 2017 lalu, Pelindo I telah meneken kerja sama dengan PT Pelindo Marine Services (PMS), anak usaha PT Pelindo III (Persero). Bambang Eka Cahyana, Direktur Utama Pelindo I mengatakan kongsi antara perseroand dengan Pelindo III merupakan bagian dari sinergi BUMN dan diharapkan bisa mengoptimalkan potensi masing-masing perusahaan dan anak usaha.

Dia menggambarkan, Pelindo I sudah mendapat limpahan wewenang untuk menggarap jasa pemanduan di Selat Malaka -- Selat Singapura. "Sedangkan Pelindo 3 juga sudah membangun network, jadi potensi coverage market-nya bisa lebih ditingkatkan jika kami bersinergi,” jelas Bambang.

Dalam pemasaran dan pelayanan jasa pemanduan, kerja sama mencakup pemanduan untuk kapal-kapal keagenanPMS dan atau kapal dari pihak lain yang dipasarkan oleh Pelindo Marine Services. Kerja sama juga mencakup penyediaan sarana dan prasarana pemanduan, peyediaan personil pandu yang berkompeten, serta pengurusan perizinan dari instansi atau departemen terkait.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jasa Armada Indonesia

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top