Gunung Agung Erupsi, Penutupan Bandara Ngurah Rai Bali Bisa Lebih Lama

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memprediksi penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bisa memakan waktu 3-4 hari.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 28 November 2017 13:59 WIB
Calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (25/11) malam. Sebanyak 17 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Agung. ANTARA FOTO - Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan memprediksi penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bisa memakan waktu 3-4 hari.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan ada prediksi dari BMKG bahwa pergerakan abu vulkanik Gunung Agung ini akan memakan waktu yang Panjang.

Menurut Sugihardjo, walaupun dalam rapat di Menko Maritim tingkat kegempaan atau tingkat erupsi tidak seperti 1963 yang lalu, namun bisa saja proses tersebut lebih panjang. Hal itu mengingat para ahli belum bisa menentukan kapan aktivitas tersebut berhenti.

“Ada ramalan dari BMKG bahwa memang mulai hari kemarin sampai kira-kira 3-4 hari ke depan karena ada badai Siklon itu yang seharusnya angin kalau mulai November-Desember seharusnya bergerak ke arah Timur-Tenggara berdampak ke Lombok, makanya letupan awal tanggal 27 yang dituutp pertama di Lombok,” kata Sugihardjo di Kementerian Perhubungan, Selasa (28/11/2017).

Namun dengan adanya badai siklon, menurut Sugihardjo, angin bergerak ke selatan dan barat daya sehingga yang terdampak Ngurah Rai. Hal ini menyebabkan abu vulkanik mengarah ke Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Saya dapat informasi dari Sekjen BMKG selama badai tropis yang ditutup Ngurah Rai. Kalau badai siklon sudah selesai nanti mengarahnya ke Lombok,” ujarnya.

Sebelumnya Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan pada Senin malam, (27/11/2017) pukul 19.50 WITA AP I menutup kembali Bandara Internasional Lombok Praya sampai dengan Selasa (28/11/2017) pukul 06.00 WITA terkait dengan dampak langsung abu vulkanik Gunung Agung di Bali.

Penutupan Bandara Internasional Lombok dilakukan setelah dilaksanakannya rapat kordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah IV, Airlines, Ground Handling, Airnav Indonesia serta BMKG hari ini pada pukul 19.50 WITA setelah pantauan dilapangan dalam bentuk Paper Test untuk mengetahui kondisi Volcanic Ash tidak dapat dilakukan karena kondisi hujan.

"Jumlah penerbangan yang terdampak sampai dengan penutupan kembali Bandara Internasional Lombok saat ini berjumlah 47 penerbangan dari dan menuju Lombok yg terdiri dari : arrival 24 flight dan departure 23 flight" ujar Israwadi.

Dia mengatakan bahwa AP I telah menetapkan langkah-langkah antisipasi atas penutupan Bandara Lombok International Airport tetap dilaksanakan sesuai dengan Standard Operating Procedure. Beberapa diantaranya yaitu membuka crisis Center, posko terpadu dan media center sebagaimana yang telah dilakukan pada 26 November.

AP I juga melakukan beberapa kegiatan yaitu penyediaan bus untuk alih moda transportasi para calon penumpang, pusat layanan refund dan reschedule ticket serta membuka counter khusus konsulat untuk melayani kebutuhan warga asing, berkordinasi dengan airlines untuk penanganan penumpang.

Tak hanya itu AP I telah menyiapkan Bandara Internasional Juanda Surabaya sebagai Bandara Alternate untuk pengalihan penerbangan menuju Lombok akibat aktivitas abu vulkanik Gunung Agung yang terus meningkat.

“Selanjutnya pihak bandara bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi pembukaan bandara besok Selasa pukul.05.00 WITA tanggal 28 November 2017" tambah Israwadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top