Pemerintah Bangun Bendungan Lausimeme Aceh 2018

Pemerintah Bangun Bendungan Lausimeme Aceh 2018Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memulai konstruksi Bendungan Lausimeme di Provinsi Sumatera Utara tahun 2018.
Deandra Syarizka | 28 November 2017 14:51 WIB
Ilustrasi-Petugas beraktivitas di proyek pembangunan Bendungan - Antara/Ritzka Kurnia

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memulai konstruksi Bendungan Lausimeme di Provinsi Sumatera Utara tahun 2018.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono mengatakan, saat ini desain bendungan tersebut telah selesai, dan tengah dalam tahap pelelangan untuk konstruksi. Pemerintah daerah juga mulai melakukan sosialisasi pembangunan tersebut kepada masyarakat.

"Diharapkan bisa selesai dalam waktu 4 tahun atau tahun 2021 sudah bisa dilakukan penggenangan," ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (28/11/2017).

Sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, Bendungan Lausimeme juga merupakan bagian dari program pembangunan 65 bendungan oleh Kementerian PUPR.

Pembangunan Bendungan Lausimeme akan dilakukan dalam dua paket. Paket pertama dimulai dari persiapan, pembangunan jalan masuk, bendungan utama dan pekerjaan lain-lain. Paket kedua adalah pekerjaan jalan relokasi, bangunan pengelak, bangunan pelimpah, bangunan pengambilan, hidromekanikal dan bagunan fasilitas.

Kehadiran Bendungan Lau Simeme yang memiliki kapasitas tampung sebesar 22 juta meter kubik sangat diharapkan untuk mengendalikan derasnya aliran air di hulu Sungai Percut dan Sungai Deli. Sehingga nantinya akan mengurangi risiko banjir bagi warga Kota Medan dan Deli Serdang.

Selain itu juga bermanfaat untuk suplai air baku kepada PDAM Tirtanadi dengan kapasitas 3.000 liter per detik, sumber irigasi Bandar Sidoras seluas 3.082 hektare dan daerah irigasi Lantasan 185 hektare.  Manfaat lainnya adalah potensi pembangkit listrik (PLTA minihidro) sebesar 2,2 MW serta sebagai pariwisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top