Gunung Agung Erupsi : ASDP Optimalkan Jalur Penyeberangan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengoptimalkan layanan angkutan penyeberangan di dua lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar pascaerupsi Gunung Agung, di Bali yang terjadi sejak Minggu (26/11).
Rivki Maulana | 27 November 2017 16:56 WIB
Penumpang menuruni kapal penyeberangan Padangbai-Lembar (Bali-Lombok) di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Rabu (14/6). - Antara/Fikri Yusuf

Kabar24.com, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengoptimalkan layanan angkutan penyeberangan di dua lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar pascaerupsi Gunung Agung, di Bali yang terjadi sejak Minggu (26/11).

Direktur Utama ASDP, Faik Fahmi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi layanan penyeberangan khususnya di lintasan yang menghubungkan pulau Jawa - Bali - Lombok.

Hal ini disebabkan, layanan Bandar Udara Ngurah Rai di Bali dan Bandara Lombok Praya di Nusa Tenggara Barat terdampak letusan Gunung Agung.

"Dengan situasi tersebut, PT ASDP siap untuk menampung perpindahan para penumpang yang tidak bisa mengakses layanan penerbangan dengan menggunakan kapal ferry," ujarnya dalam siaran pers, Senin (27/11/2017).

Berdasarkan data Posko Padangbai, sejak Minggu (26/11) sore, jumlah penumpang penjalan kaki yang menyebrang menuju Padang Bai naik 191% menjadi 509 orang. Arus kendaraan roda dua juga meningkat 34% menjadi 537 unit.

Bila terjadi lonjakan penumpang, ASDP bakal memberlakukan skenario pola operasio sangat padat. Faik menekenakan, kesiapan terminal dan fasilitas umum bakal menjadi fokus agar pengguna jasa medapat pelayanan yang nyaman.

Maka, ASDP pun menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari optimalisasi alat produksi, pengoperasian kapal berukuran besar, dan percepatan port time. Selain itu, ASDP siap untuk menambah trip, loket, dan penyediaan kanator parkir di luar pelabuhan.

"Jika terjadi lonjakan penumpang signifikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, kami akan alihoperasikan kapal berukuran besar dari lintasan lain. Kami juga akan tambah kapal di lintasan long distance ferry Surabaya-Lombok dengan mengoperasikan KMP Jatra III," sebut Faik.

Terkait erupsi Gunung Agung tersebut, ASDP juga membuka Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Agung di pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Ketapang, dan Lembar. GM ASDP Cabang Lembar, Yanus Lentanga mengatakan, dari total 36 unit kapal yang berada di lintasan Padangbai-Lembar, terdapat 15 unit kapal yang siap beroperasi reguler setiap harinya.

"ASDP sendiri akan mengoptimalkan 4 unit kapal yang beroperasi di lintasan ini. Kami juga mempercepat port time dari biasanya sekitar 1,5-2 jam menjadi 1 jam saja," tutur Yanus.

Meski terjadi lonjakan jumlah penumpang pejalan kaki dan roda dua, sampai saat ini belum dilakukan penambahan loket tiket baik di Padangbai, Bali maupun yang di Lembar, Lombok.

Sementara itu, dari pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang juga dilaporkan trafik penumpang masih normal dan terkendali.
Dari total 52 unit kapal eksisting di lintasan Ketapang-Gilimanuk, beroperasi reguler 32 unit kapal yang siap melayani pengguna jasa.

Pelabuhan Gilimanuk juga siap melayani trafik bus yang mengangkut calon penumpang pesawat dari Denpasar yang akan dialihkan penerbangannya ke bandara Banyuwangi ataupun Juanda, Surabaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asdp, gunung agung

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top