Kemenhub Tawarkan 10 Proyek Bandara dan 20 Pelabuhan Kepada Swasta

Kementerian Perhubungan berencana menawarkan pengelolaan 10 proyek bandara dan 20 pelabuhan kepada swasta.
Deandra Syarizka | 17 November 2017 16:59 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan sambutan pada peluncuran dan diskusi buku Jokowinomics Sebuah Paradigma Kerja, di Jakarta, Rabu (25/10/2017). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan berencana menawarkan pengelolaan 10 proyek bandara dan 20 pelabuhan kepada swasta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, keterlibatan swasta dalam proyek tersebut diestimasikan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp1 triliun yang dapat digunakan untuk membangun infrastruktur lain.

"Apa yang didapat Kemenhub dari kerja sama tersebut? Pertama, APBN yang dikucurkan untuk pelabuhan itu bisa dialihkan untuk proyek lain. Kedua, pengelolaannya pasti lebih profesional," ujarnya dalam diskusi bertajuk Amankah Pembiayaan Infrastruktur Negara?, Jumat (17/11/2017).

Dia menjelaskan, pihaknya mengenal tiga jenis klasifikasi proyek dan skema kerja sama yang tepat untuk pengelolaannya.

Untuk proyek yang tidak menguntungkan secara bisnis, pembangunan dan pengelolaannya dilakukan oleh kementerian.

Namun apabila proyek memiliki tingkat kelayakan yang marjinal, skema kerja sama dapat berbentuk Kerja Sama Operasi antar pemerintah atau swasta.

Lalu untuk proyek yang menguntungkan, pihaknya mengaku membuka kesempatan kepada swasta.

Dengan skala prioritas tersebut, ujarnya, anggaran negara dapat menghasilkan manfaat lebih maksimal bagi masyarakat.

"Dengan dasar itu, saya memilah mana proyek yang feasible di bandara dan pelabuhan. Hasilnya ada 10 bandara dan 20 pelabuhan. Saya yakin sekarang belum untung banget, tapi kalau BUMN, BUMD, atau swasta melihat proyeknya bagus maka akan dilakukan PPP, [konsesi] paling 30 tahun," jelasnya.

Lebih lanjut Menhub menyebut 10 proyek bandara yang dimaksud antara lain Bandara Labuan Bajo, Raden Inten, Sentani, Tarakan, Sabang, Sibolga, dan Tanjung Pandan, Luwuk, dan Banyuwangi.

Sementara pelabuhan laut antara lain Probolinggo, Sintete, Bima, Waingapu, Tanjungwangi, Ende, Lembar, Manokwari, Ternate, Biak, dan Pare-Pare, Kendari, Biak, Fak-Fak, Sorong, dan Merauke.

"Saya juga tawarkan ke Pelindo I, II, III, IV, mereka sanggup sendiri. Tapi harus kasih kesempatan swasta lain untuk bergabung. Anda [Pelindo] mayoritas, swasta minoritas," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top