Waralaba Lokal Masih Tertinggal

Pengembangan waralaba Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain, termasuk negara tetangga.
Anissa Margrit | 17 November 2017 14:22 WIB
Ilustrasi. - .

 

Bisnis.com, JAKARTA— Pengembangan waralaba Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain, termasuk negara tetangga.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan banyak negara lainnya mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah masing-masing.

Malaysia misalnya, menjalankan program penguatan waralaba lokal dengan dana 100 juta ringgit dalam periode 2003-2008. Sekarang, Negeri Jiran sudah mempunyai franchise di lebih dari 50 negara.

Thailand pun memiliki program pengembangan 1.000 restoran di seluruh dunia.

“Padahal, makanan khas Indonesia sangat banyak. Tiap daerah ada makanannya sendiri. Jadi, kenapa enggak kita yang ke sana? Mungkin kita perlu belajar dari orang lain,” sebut dia dalam pembukaan Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2017, Jumat (17/11/2017).

Menurut hitungan Anang, waralaba asing yang ada di Indonesia jumlahnya bisa mencapai 450 merek. Adapun data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan terdapat sekitar 700 franchise yang telah terdaftar di Tanah Air.

Di sisi lain, waralaba lokal yang sudah menembus pasar global diperkirakan hanya 10-15 merek. Sebagian besar di antaranya berupa jasa salon dan spa.

Sedikitnya pemilik franchise yang membawa mereknya ke luar Indonesia dinilai disebabkan beberapa alasan. “Kalau mau ke luar dia harus tahu aturan di negara terkait, termasuk mengenai higienitas. Bisa jadi di negara tujuan lebih ketat. Tenaga kerja dan karakteristik pasar juga harus dipahami dengan baik,” papar Anang.

Tetapi, lanjut dia, faktor lain yang membuat pelaku usaha tidak mau ke luar negeri adalah karena pasar domestik masih sangat besar untuk digarap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waralaba

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top