Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waralaba Lokal Masih Tertinggal

Pengembangan waralaba Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain, termasuk negara tetangga.
Anissa Margrit
Anissa Margrit - Bisnis.com 17 November 2017  |  14:22 WIB
Waralaba Lokal Masih Tertinggal
Ilustrasi. - .
Bagikan

 

Bisnis.com, JAKARTA— Pengembangan waralaba Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain, termasuk negara tetangga.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan banyak negara lainnya mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah masing-masing.

Malaysia misalnya, menjalankan program penguatan waralaba lokal dengan dana 100 juta ringgit dalam periode 2003-2008. Sekarang, Negeri Jiran sudah mempunyai franchise di lebih dari 50 negara.

Thailand pun memiliki program pengembangan 1.000 restoran di seluruh dunia.

“Padahal, makanan khas Indonesia sangat banyak. Tiap daerah ada makanannya sendiri. Jadi, kenapa enggak kita yang ke sana? Mungkin kita perlu belajar dari orang lain,” sebut dia dalam pembukaan Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2017, Jumat (17/11/2017).

Menurut hitungan Anang, waralaba asing yang ada di Indonesia jumlahnya bisa mencapai 450 merek. Adapun data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan terdapat sekitar 700 franchise yang telah terdaftar di Tanah Air.

Di sisi lain, waralaba lokal yang sudah menembus pasar global diperkirakan hanya 10-15 merek. Sebagian besar di antaranya berupa jasa salon dan spa.

Sedikitnya pemilik franchise yang membawa mereknya ke luar Indonesia dinilai disebabkan beberapa alasan. “Kalau mau ke luar dia harus tahu aturan di negara terkait, termasuk mengenai higienitas. Bisa jadi di negara tujuan lebih ketat. Tenaga kerja dan karakteristik pasar juga harus dipahami dengan baik,” papar Anang.

Tetapi, lanjut dia, faktor lain yang membuat pelaku usaha tidak mau ke luar negeri adalah karena pasar domestik masih sangat besar untuk digarap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waralaba
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top