PLN Kerja Sama Interkoneksi Jaringan ke Malaysia

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bekerja sama dengan perusahaan asal Malaysia Sabah Electricity Bhd. untuk jaringan interkoneksi listrik dari Kalimantan ke Sabah, Malaysia.
Gemal AN Panggabean | 16 November 2017 12:20 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan rutin di Gardu Induk PLN Pusat Pengatur Beban. - Antara/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bekerja sama dengan perusahaan asal Malaysia Sabah Electricity Bhd. untuk jaringan interkoneksi listrik dari Kalimantan ke Sabah, Malaysia. 

PLN telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan Malaysia Sabah Electricity Bhd. 

Hal ini sesuai dengan skema Penyediaan Tenaga Listrik Lintas Negara sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2012 tentang Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara, yang dimulai pada tahun 2021 atau tanggal yang ditentukan kemudian.

Proyek itu diharapkan dapat mewujudkan pembangunan proyek PLTU yang akan meningkatkan kestabilan sistem kelistrikan Kalimantan-Sabah. 

Nantinya, perusahaan setrum pelat merah dan perusahaan Malaysia tersebut akan bekerja sama dan berkolaborasi untuk melakukan studi kelayakan pelaksanaan proyek, di antaranya studi sistem, teknologi, tambang batubara, model bisnis, isu lintas negara, dan lainnya. 

Setelah studi kelayakan proyek dilakukan dan proyek dinyatakan layak, maka kerja sama akan ditingkatkan dalam bentuk Definitive Agreement (PPA atau PEA atau model kontrak yang lain).  

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan kerja sama itu ditujukan untuk pembangunan PLTU dan untuk memanfaatkan sumber batubara yang melimpah di Kalimantan. Selain itu, PLN akan mengirimkan daya listrik sampai dengan 300 MW dari Kalimantan ke Sabah dalam perspektif rencana jangka panjang. 

"Ini merupakan langkah sangat strategis dan bagian dari ASEAN Grid, khususnya Kalimantan ke Sabah. Kalimantan ada banyak sumber daya energi yang dapat dimanfaatkan," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (15/11/2017). 

Selain itu, proyek ini juga sebagai bagian dari rencana interkoneksi daya trans-Borneo yang penyaluran tenaga listriknya difasilitasi oleh jaringan interkoneksi Kalimantan-Sabah. 

President Directure Malaysia Electric Bhd Datuk Azman Mohd.mengatakan, kerja sama antara dua negara ini bermula dari pertemuan BIMP-EAGA pada tanggal 26 Juli 2017 di Bintulu, Sarawak tentang program Asian Grid, khususnya rencana Kalimantan-Sabah Cross Border Interconnection.

"Kerja sama ini adalah proyek bersejarah. Kita sama-sama berdoa agar proyek ini dapat direalisasikan. Proyek ini menyatukan hubungan Indonesia-Malaysia dan membuka peluang kerja sama antara kedua negara," katanya. 

Tag : pln, tarif listrik
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top