Insiden Warnai Peluncuran KMP Sabuk Nusantara 88, Pengunjung Terkejut

Bahkan terdengar suara cukup keras karena tali cross kapal ikut putus dan balon airbag peluncur kapal ikut meletus. Beruntung tidak ada korban apapun dalam dalam insiden yang tidak diduga sebelumnya itu karena memang jarak posisi kapal dengan fasilitas dan kapal lainnya cukup jauh.
Akhmad Mabrori | 15 November 2017 14:51 WIB
KM Sabuk Nusantara 88 di galangan DKB (15 - 11).

Bisnis.com, JAKARTA - Peluncuran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sabuk Nusantara 88 yang merupakan kapal perintis, diwarnai insiden.

Kapal berkapasitas 2000 Gross Tonage (GT) pesanan Kementerian Perhubungan diluncurkan di galangan kapal PT.Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB) Jakarta I-Tanjung Priok, hari ini, Rabu (15/11/2017).

Sebelum secara resmi diluncurkan dengan rangkaian acara simbolis yang sudah disiapkan panitia penyelenggara, secara tiba-tiba KMP Sabuk Nusantara 88 yang sudah berada di stop block, meluncur dengan sendirinya tanpa komando dan aba-aba.

Bahkan terdengar suara cukup keras karena tali cross kapal ikut putus dan balon airbag peluncur kapal ikut meletus. Beruntung tidak ada korban apapun dalam dalam insiden yang tidak diduga sebelumnya itu karena memang jarak posisi kapal dengan fasilitas dan kapal lainnya cukup jauh.

Bisnis yang berada di lokasi tersebut menyaksikan mayoritas pengunjung dan tamu undangan yang hadir pun ikut terkejut dengan insiden tersebut, lantaran kejadian seperti itu tidak diduga sebelumnya, dan KMP Sabuk Nusantara 88.

Ketua Panitia yang sekaligus menjabat Pimpinan Kerjasama Operasi (KSO) PT.DKB dan Krakatau Shipyard (KS) Listianto Koeshandoko, yang sedang memberikan kata sambutannya pada acara itu juga tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Namun, Listianto dengan percaya diri mengeraskan suaranya di hadapan micropone, "wah rupanya kapalnya sudah enggak tahan dan mau menunggu lama-lama lagi untuk terjun ke air," ujarnya yang langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan para pengunjung yang hadir di acara tersebut.

Listianto juga mengatakan pola KSO antara DKB dan KS diterapkan bagi hasil dari pekerjaan proyek pembangunan kapal tersebut 55% untuk PT.DKB dan 45% untuk KS. Sedangkan penyiapan SDM dilapangan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.

"Kerja sama operasi ini kami harapkan terus berjalan kedepannya," ujarnya saat berbincang dengan Bisnis, usai acara peluncuran kapal perintis itu.

Penyelesaian pengerjaan KMP Sabuk Nusantara 88 itu dilakukan atas kerjasama operasi (KSO) PT.DKB-yang merupakan BUMN dibidang industri perkapalan dengan PT.Krakatau Shipyard (KS), yang akan melayani rute Indonesia Timur.

Dirut PT.DKB, S.A.Bandung Bismono mengatakan, KMP Sabuk Nusantara 88 merupakan salah satu dari tiga kapal yang dibangun oleh KSO DKB-KS untuk mendukung program tol laut yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. "Dua kapal lainnya dalam waktu dekat segera dapat diluncurkan menyusul KMP Sabuk Nusantara 88 itu,"ujar Bandung.

Kapal tersebut memiliki panjang 68,5 meter, lebar 14 meter, tinggi 6,2 meter, daya mesin: 2 X 1400 horse power (HP), dengan kecepatan 12 knot dan daya jelajah mencapai 3.500 nautical mile.

Kapal yang dilengkapi dengan 36 anak buah kapal (ABK) itu juga mampu mengangut penumpang hingga maksimal 472 orang dengan penumpang class 26 orang.

Turut hadir pada acara peluncuran kapal itu antara lain; Ketua Ikatan Perusahaan galangan kapal dan industri lepas pantai Indonesia (Iperindo) Eddy K.Logam, Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Hubla Kemenhub Dwi Budi Sutrisno, unsur dari TNI AL, Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Priok dan stakeholderd.

Bandung mengatakan, PT DKB merupakan salah satu dari empat galangan kapal yang dimiliki pemerintah dan merupakan galangan terbesar diantara galangan plat merah tersebut dengan memiliki fasilitas galangan di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Sabang, Palembang, Batam, Cirebon,Semarang dan Banjarmasin.

Di pelabuhan Tanjung Priok, kata dia, fasilitas galangan kapal yang dioperasikan DKB juga memiliki tiga fasilitas produksi yang cukup besar dan memberikan kontribusi dalam mendukung perbaikan kapal yang singgah di pelabuhan Priok dengan telah menangani antara lain; kapal-kapal milik BUMN seperti Pelni, Pertamina, ASDP, dan PT Pusri. Selain itu juga menangani kapal alutsista milik TNI AL, TNI AD dan Polri.

"Kami juga sudah menangani kapal-kapal swasta yang merupakan anggota INSA serta kapal-kapal asing yang mengalami kerusakan dan perlu melakukan reparasi saat berada di Pelabuhan Tanjung Priok," tuturnya.

Bandung mengatakan, dengan keberadaan galangan kapal BUMN di dalam pelabuhan, kapal-kapal yang melakukan reparasi atau docking menjadi sangat efisien dan akan menekan biaya logistik menjadi sebagaimana yang diharapkan pemerintah.

Dia mengatakan , keberadaan industri galangan di dilingkungan pelabuhan terutama di Pelabuhan Besar seperti Tanjung Priok sangat membantu dalam menunjang kegiatan kepelabunanan tersebut, sehingga eksistensi galangan dilingkungan pelabuhan perlu didukung semua pihak(K1)

Poto:saat penandatanganan peluncuran KMP Sabuk Nusantara 88 di galangan kapal PT.DKB Jakarta I (15\/11)

Tag : Tol Laut
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top