Pengusaha Indonesia Diajak Garap Pasar Timur Tengah

Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam Alwi Shihab mengajak pengusaha Indonesia menangkap peluang bisnis dengan negara-negara Timur Tengah mengingat hubungan historis serta kesamaan agama mayoritas penduduknya.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 02 November 2017  |  08:29 WIB

JAKARTA — Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam Alwi Shihab mengajak pengusaha Indonesia menangkap peluang bisnis dengan negara-negara Timur Tengah mengingat hubungan historis serta kesamaan agama mayoritas penduduknya.

Alwi mengatakan bahwa kerja sama dengan negara Timur Tengah (Timteng) sangat terbuka termasuk dengan lembaga seperti Islamic Development Bank, namun sayangnya banyak dari proyek-proyek Indonesia belum memenuhi persyaratan bank (bankable).

"Saat ini sesuai dengan rekomendasi, dana IDB banyak digunakan untuk mendanai pembangunan universitas dan sekolah. Sepanjang itu proyek kesra mereka sangat berminat sejauh ini," kata Alwi dalam seminar Peningkatan Investasi dan Kerja Sama antara Indonesia dan Negara Timur Tengah dan Anggota OKI seperti dikutip dari Antara, Selasa (31/10).

Seminar itu, katanya, bertujuan untuk mempromosikan proyek-proyek infrastruktur, energi, dan perdagangan kepada negara-negara Timur Tengah dan OKI guna meningkatkan investasi dan volume perdagangan.

Vice President Director PT Katama Carmeida Tjokrosoewarno yang hadir mempromosikan produk konstruksi ramah gempa di hadapan perwakilan bisnis negara-negara Islam mengatakan bahwa perusahaan menawarkan teknologi fondasi ramah gempa yang bermanfaat bagi negara Timur Tengah yang wilayahnya masuk dalam wilayah gempa.

"Kami menawarkan dua teknologi pada kesempatan itu, fondasi sarang laba-laba untuk bangunan bertingkat dan jaring laba-laba untuk jalan, taxiway, penumpukan peti kemas, dan sebagainya," katanya.

Untuk wilayah Timur Tengah, Katama menawarkan beberapa alternatif kerja sama, salah satunya dengan menjual teknologi. Katama dalam hal ini hanya menjadi pengawas agar seluruh spesifikasi dalam teknologi tersebut dipenui dengan benar.

Kerja sama berikutnya kami bangun pabrik pracetak biasanya untuk volume yang besar sebagai contoh pembangunan jalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, timur tengah

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top