Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berharap Bunga Kredit Dorong Properti

Para pengembang perumahan berharap turunnya BI 7-Day Repo Rate dapat segera diikuti dengan turunnya bunga perbankan sehingga mampu mendorong penjualan properti.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 22 Oktober 2017  |  18:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Para pengembang perumahan berharap turunnya BI 7-Day Repo Rate dapat segera diikuti dengan turunnya bunga perbankan sehingga mampu mendorong penjualan properti.

Direktur Utama Ciputra Group Harun Hajadi menilai ke depan tren penurunan suku bunga dipastikan akan lebih sulit menimbang suku bunga acuan Internasional, inflasi, dan risk premium Indonesia. Sebab, jika terlalu rendah dikhawatirkan inflasi akan melonjak kembali atau memukul nilai rupiah.
Meski penurunan ini diyakini sudah baik untuk mendorong kinerja penjualan di industri properti, tetapi paling penting yakni harus diiringi dengan pertumbuhan ekonomi.
Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo mengatakan sejauh ini tren penurunan suku bunga akan berdampak baik untuk mengurangi pembayaran skema cicilan bertahap pada pengembang.
Dirinya menuturkan karena fokus produk perusahaan menyasar penghuni pertama, 90% konsumen sekarang masih mengandalkan layanan kredit pembiayaan rumah atau KPR. Bahkan, untuk proyek seperti perumahan Metland Cibitung rerata konsumen menggunakan KPR mencapai 95%.
Namun, perusahaan juga melihat kondisi ini tidak bisa dipaksakan untuk sejumlah proyek yang lebih menyasar investor. Biasanya mereka akan lebih senang melakukan berbagai skema pembayaran langsung pada pengembang.
"Konsumen itu punya alasan yang macam-macam, bahkan memang ada yang tidak menyukai proses perbankan. Selain beberapa di antara mereka memang tidak bankable sehingga kami buka layanan pembayaran sendiri, ini pun sangat terbatas dan selektif," katanya.
Olivia menuturkan beberapa alasan konsumen utamanya tetap suku bunga dan lama waktu proses serta biaya-biaya tambahan yang akan dibebankan seperti asuransi. Untuk itu, sebaiknya perbankan mulai berbenah jika berharap membidik konsumen properti dari semua kelas.
Chief Executife Officer Pollux Properties Nico Po mengapresiasi kinerja pemerintah yang dinilainya sudah baik. Terbukti dengan sikap agresif dalam melakukan tren penurunan suku bunga.
Tahun ini, menurut Nico adalah masa penyesuaian kebijakan pemerintah dengan lembaga-lembaga yang terkait seperti perbankan. "Setelah masa penyesuaian tersebut, saya optimistis pasar properti akan menunjukkan pemulihan menuju kestabilan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suku bunga kpr
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top