Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aturan Usang, Kemenhub Susun Revisi Beleid Penyelenggaraan Angkutan Barang

Kementerian Perhubungan menyusun revisi beleid penyelenggaraan angkutan barang dengan kendaraan bermotor lantaran peraturan yang ada saat ini sudah terlalu lama.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 17 Oktober 2017  |  16:05 WIB
Aturan Usang, Kemenhub Susun Revisi Beleid Penyelenggaraan Angkutan Barang
Sejumlah truk berada dalam antrean kendaraan di Jalan Raya Tugurejo, Ngaliyan, Semarang, Jateng, Senin (13/7). Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah melarang angkutan barang (selain pengangkut sembako, BBM, BBG dan Pos) bermuatan berat seperti truk, kontainer, dan truk gandeng untuk tidak melintas di seluruh ruas jalan mulai H-5 sampai H3 Lebaran. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan sedang menyusun revisi beleid penyelenggaraan angkutan barang dengan kendaraan bermotor.

Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana mengatakan pihaknya menyusun revisi beleid penyelenggaraan angkutan barang dengan kendaraan bermotor lantaran peraturan yang ada saat ini sudah terlalu lama.

“Angkutan barang [saat ini] masih aturan lama, zaman tahun berapa. Sekarang sudah Undang-undang baru, PP baru. Harus kita atur lagi karena dari sisi pengelompokannya kan barang khusus, nah ada barang hewan hidup, cair. Kita atur,” kata Cucu di Jakarta, Selasa (17/10).

Cucu menjelaskan, pihaknya tengah menjaring masukan–masukan dari berbagai pihak dalam menyusun revisi beleid penyelenggaraan angkutan barang dengan kendaraan bermotor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Angkutan Barang
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top