INFLASI TERKENDALI, Presiden Jokowi Ingin Suku Bunga Turun Lagi

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo meyakini peluang pemotongan suku bunga lanjutan masih terbuka lebar selaras dengan keberhasilan Indonesia 'menjinakkan' laju inflasi tahun ini.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat peresmian jalan tol Sumatra ruas Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I di Desa Ibul Besar, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Kamis (12/10)./ANTARA-Nova Wahyudi
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat peresmian jalan tol Sumatra ruas Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I di Desa Ibul Besar, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Kamis (12/10)./ANTARA-Nova Wahyudi
Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo meyakini peluang pemotongan suku bunga lanjutan masih terbuka lebar selaras dengan keberhasilan Indonesia 'menjinakkan' laju inflasi tahun ini.

Sejauh ini, inflasi tahunan diproyeksikan jatuh dikisaran 4%, atau turun dari 8% pada 2014 ketika pertama kali mantan walikota Jakarta ini dilantik sebagai presiden.

"Ini berarti jika inflasi rendah, suku bunga kredit masih bisa turun," ujarnya seperti yang dikutip dari wawancara Bloomberg dengan Presiden di Danau Toba beberapa waktu lalu. Namun, dia menegaskan kebijakan tersebut bukan teritorinya, melainkan Bank Indonesia

Delapan kali pemotongan suku bunga acuan sejak tahun lalu, termasuk dua kali pemotongan berturut-turut tahun ini, masih dirasakan gagal untuk mendorong perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini. Pertumbuhan ekonomi macet dikisaran 5%, jauh di bawah target Presiden Joko Widodo, yakni 7%.

Bank sentral, yang akan mengumumkan suku bunga acuan Kamis (20/10/2017) depan, tampak lebih hati-hati dalam menyeimbangkan kebutuhan stimulus lanjutan dan risiko nilai tukar rupiah yang mungkin melemah pasca-The Fed memperketat kebijakan moneternya.

"Sebagai mantan pebisnis, saya sangat senang jika bunga kredit turun," tegas Jokowi yang pernah menjajal bisnis ekspor furnitur.

Menurutnya, semua pebisnis akan senang jika bunga kredit terus turun karena biaya mereka dapat lebih rendah. Dengan demikian, produk mereka dapat bersaing dengan negara lain.

Komentar Presiden tersebut mencerminkan dilema Gubernur BI Agus Martowardojo dan dewan gubernurnya ketika mereka harus memilih menekan 'tombol jeda' dalam kebijakannya.

Sebelumnya, Gubenur BI telah menegaskan bahwa kebijakan suku bunga akan sangat bergantung kepada data ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Hadijah Alaydrus
Editor : Achmad Aris

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper