Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menperin Undang Pengusaha Jepang Investasi di Sektor Padat Karya Orientasi Ekspor

Kementerian Perindustrian mengundang perusahaan Jepang untuk menggulirkan investasi di sektor manufaktur padat karya berorientasi ekspor.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 17 Oktober 2017  |  13:48 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Japan Indonesia Economic Committee (JIEC) di Kantor Keidanren, Tokyo, Jepang, pada Selasa (17/10) - Istimewa
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Japan Indonesia Economic Committee (JIEC) di Kantor Keidanren, Tokyo, Jepang, pada Selasa (17/10) - Istimewa

Bisnis.com, TOKYO- Kementerian Perindustrian mengundang perusahaan Jepang untuk menggulirkan investasi di sektor manufaktur padat karya berorientasi ekspor.

Dalam kunjungan kerja ke Jepang, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Japan Indonesia Economic Committee (JIEC) pada Selasa (17/10).

Pertemuan tersebut digelar untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Jepang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Chairman JIEC Ohyagi Sigeo, General Manager of International Economic Cooperation Department, Mitsubishi Corporation Taimei Watanabe, Senior Managing Direktor of Keidanren Satoshi Mukuta, dan President Director Jetro Jakarta Daiki Kasugahara.

Dalam pertemuan dengan JIEC, Menperin mengatakan Jepang merupakan mitra yang penting bagi Indonesia untuk mengembangkan industri manufaktur.

Berdasarkan data Kemenperin, jumlah perusahaan Jepang di Indonesia hingga saat ini mencapai lebih dari 1.750 perusahaan. Mayoritas bergerak di bidang usaha manufaktur, infrastruktur, dan jasa. Adapun, sektor manufaktur Jepang yang cukup aktif berinvestasi di Indonesia, antara lain industri otomotif, logam, mesin, dan elektronika.

"Kami mau memperkuat rantai pasok dan membangun industri padat karya berorientasi ekspor. Area yang akan dikembangkan, seperti otomotif, tekstil dan garmen, dan industri berbasis sumber daya alam, termasuk mineral tambang," kata Airlangga di Keidanren Kaikan, Tokyo, Jepang, pada Selasa (17/10).

Sektor industri tersebut merupakan peluang bagi perusahaan asal Jepang, termasuk korporasi skala kecil dan menengah.

Airlangga menambahkan Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari sisi upah pekerja yang lebih murah dan besarnya pasar domestik.

Tak hanya mengundang perusahaan Jepang berskala besar, Menperin juga membuka pintu bagi usaha kecil menengah Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Adapun, sektor yang menjadi fokus utama, yakni otomotif, elektronika, makanan & minuman, serta kawasan industri.

Ohyagi Shigeo, Chairman of JIEC, mengatakan minat perusahaan Jepang untuk terus menggulirkan investasi ke Indonesia.

"Banyak perusahaan Jepang investasi proyek infrastruktur. Kami senang kalau teknologi Jepang digunakan pengembangan ekonomi Indonesia," kata Shigeo.

JIEC merupakan organisasi ekonomi komprehensif yang memiliki anggota 1.350 perusahaan perwakilan Jepang, 109 asosiasi industri nasional dan 47 organisasi ekonomi regional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menperin
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top