Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bina 250 UMKM di NTB, Astra Dorong Peningkatan Kualitas dan Daya Saing

Guna memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi di Nusa Tenggara Barat, Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM NTB untuk mengarahkan para pelaku usaha agar bisa bersaing di pasar.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 07 Oktober 2017  |  15:30 WIB
Perajin menyelesaikan pembuatan miniatur becak motor (bentor) di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (13/9). - ANTARA/Adiwinata Solihin
Perajin menyelesaikan pembuatan miniatur becak motor (bentor) di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (13/9). - ANTARA/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, MATARAM -- Guna memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi di Nusa Tenggara Barat, Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM NTB untuk mengarahkan para pelaku usaha agar bisa bersaing di pasar.

Chairman YDBA Henry C. Widjaja mengatakan program yang dilakukan pihaknya adalah pelatihan dan pendampingan yang diarahkan agar para pelaku usaha bisa mendapatkan pasar dan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

"Kami tidak memberikan dalam bentuk dana, tetapi yang kami lakukan adalah sharing management system yang kami terapkan di Astra. Sehingga para UMKM ini bisa mendapatkan wawasan tentang bagaimana melakukan manajemen bisnis," ujar Henry di Mataram, Sabtu (7/10/2017).

Di NTB sendiri setidaknya ada 250 UMKM dan Koperasi di bawah binaan YDBA dan Dinas Koperasi UMKM NTB. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah NTB, termasuk di pulau Sumbawa. Henry menambahkan, program YDBA diharapkan mampu mencetak UMKM yang mandiri dan siap dalam mengembangkan usahanya untuk skala yang lebih besar.

Selama 22 tahun mendampingi UMKM yang ada di NTB, produk yang banyak mendapat binaan YDBA antara lain UMKM kuliner dan UMKM kerajinan yang memang banyak ditemukan di wilayah NTB.

"Kami berusaha untuk mempersiapkan UMKM tersebut untuk bisa masuk dalam industri. Di mana, biasanya permasalahan di indusrti adalah terkait kapasitas produksi dan standarisasi produk," papar Henry.

Pipin, salah seorang ibu rumah tangga yang menjadi binaan YDBA mengatakan sejauh ini telah banyak pelatihan yang diterimanya. Pelatihan tersebut dia salurkan ke ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya untuk membantunya dalam memproduksi pizza.

Pizza yang dibuat Pipin menggunakan pendekatan lokal. Salah satu yang coba dilakukannya adalah menggunakan topping dengan rasa ayam plecingan yang memang sudah menjadi ciri khas Lombok.

"Topping saya coba kreasikan dengan selera lokal, saya coba buat ayam plecingan dan ayam pelalah untuk toppingnya. Kalau yang suka manis saya juga buat pizza dengan topping buah-buahan," ujar Pipin.

Lain lagi cerita Daini, pengusaha Kopi khas Lombok ini bahkan sudah berkunjung ke Jepang untuk mendapatkan pelatihan dari Astra.

"Peserta selama mengikuti training di Jepang mendapatkan pelatihan manajemen perusahaan dan kesempatan benchmarking ke beberapa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jepang," ujar Daini.

YDBA didirikan untuk meningkatkan keterampilan teknik, manajemen, pemasaran, keuangan, produksi, sumber daya manusia, dan lingkungan kesehatan pada para pelaku usaha UMKM. Pembinaan diberikan dengan memaksimalkan sinergi pada jaringan rantai bisnis grup Astra secara terintegrasi dengan motto 'Berikan kail, bukan ikan'.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top