Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Resmikan PLTU dan Coal Terminal di Cilegon

-Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7, Jawa 9 dan Jawa 10 dengan total kapasitas 4.000 megawatt di Cilegon, Banten, Kamis (5/10).
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 05 Oktober 2017  |  14:02 WIB
Jokowi Resmikan PLTU dan Coal Terminal di Cilegon
/Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, CILEGON--Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7, Jawa 9 dan Jawa 10 dengan total kapasitas 4.000 megawatt di Cilegon, Banten, Kamis (5/10).

Dalam acara yang sama, Presiden didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan juga meresmikan PLTU IPP Banten 660 MW dan peninjauan Coal Terminal 20 juta ton

Keseluruhan proyek ini bernilai US$6,015 miliar.

"Proyek PLTU Jawa 7, 9, dan 10 dan PLTU IPP Banten merupakan salah satu proyek yang masuk ke dalam program 35.000 MW. Sementara pembangunan Coal Terminal 20 Juta Ton merupakan salah satu sarana pendukung untuk memperkuat dan mengefektifkan rantai pasok batubara untuk PLTU pada wilayah Jawa Bagian Barat," kata Jonan disela-sela acara.

PLTU Jawa 7 kapasitas 2 X 1.000 MW direncanakan beroperasi pada tahun 2020 dengan harga jual ke PLN sebesar 4,21 sen USD/kWh. Pengadaan proyek ini menggunakan skema bisnis Build, Own, Operate, and Transfer (BOOT) selama 25 tahun. Dengan nilai investasi sebesar US$1,88 miliar, PLTU Jawa 7 menggunakan teknologi ultra super critical boiler yang berbahan bakar batubara kalori rendah 4.000 – 4.600 kkal/kg Ash Received.

"Jenis pembangkit ini dipilih karena memiliki efisiensi yang tinggi dan lebih ramah lingkungan."

PLTU Jawa 7 Unit 1 diperkirakan beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) pada awal April 2020 dan Unit 2 diperkirakan COD pada awal Oktober 2020.

PLTU Jawa 9 & 10 kapasitas 2x1.000 MW merupakan IPP yang dibangun bersebelahan dengan PLTU Suralaya 1 – 8 di Suralaya, Provinsi Banten. Nilai invetasi proyek ini mencapai sekitar US$3 milyar.

Menggunakan skema penugasan PLN kepada Anak Perusahaan yaitu PT Indonesia Power sesuai Perpres No. 19 Tahun 2017. Pengadaan proyek ini juga menggunakan skema bisnis BOOT.

PLTU ini Menggunakan teknologi ultra supercritical yang ramah lingkungan dan memberikan efisiensi konversi energi yang lebih tinggi daripada teknologi konvensional PLTU sebelumnya. Diperkirakan PLTU 9 & 10 COD pada tahun 2022 dengan kontrak sepanjang 25 tahun dan dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar 5,1 cent/kWh.

Sementara, PLTU Banten 660 MW dikelola oleh IPP PT Lestari Banten Energi dengan kapasitas 660 MW, dengan kontrak penjualan ke PLN sebesar 600 MW. Sama halnya dengan PLTU di atas, PLTU ini menggunakan teknologi supercritical boiler dan telah berproduksi sejak Maret 2017 dengan kontrak sepanjang 25 tahun. Harga jual ke PLN sebesar 5,99 cent/kWh. Nilai investasi PLTU Banten 660 MW ini adalah sebesar US$990 juta.

Terminal Batubara (Coal Terminal)* dibangun untuk memperkuat dan mengefektifkan rantai pasok batubara, untuk PLTU di wilayah Jawa Bagian Barat. Terminal Batubara ini dibangun oleh anak perusahaan PLN yaitu PT. PLN Batubara dengan Gama Coorp yang dapat memberikan kontribusi sebagai terminal penghubung dengan kapasitas 20 Juta Ton.

Lokasi Terminal Batubara bersebelahan dengan PLTU Jawa 7 dengan target untuk dapat beroperasi secara komersial bersamaan dengan kebutuhan PLTU Jawa 7. Terminal Batubara ini memerlukan area sekitar 20 hektar lahan, dengan nilai investasi sebesar US$145 Juta.

"Terminal Batubara ini juga di antaranya berfungsi sebagai emergency stock PLTU di luar Jawa Bagian Barat menjaga Security of Coal Supply saat cuaca buruk karena menggunakan Vessel; pengurangan biaya belanja modal pembangunan coal terminal di masing-masing PLTU dan efisiensi biaya transportasi batubara dari perubahan moda transportasi barge ke vessel," kata Jonan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top