Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Goldman Sachs: Ekonomi AS Terdampak Badai, Akhir Tahun Baru Rebound

Goldman Sachs Group Inc. menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) akibat badai yang menerjang negara adidaya tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 September 2017  |  15:45 WIB
Washington - web
Washington - web

Bisnis.com, JAKARTA – Goldman Sachs Group Inc. merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) akibat badai yang menerjang negara adidaya tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Goldman menyatakan telah menyesuaikan proyeksinya untuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS di tengah periode badai yang sempat memukul sejumlah wilayah utama, di antaranya Texas, dan kini Florida.

Perusahaan investasi perbankan global berbasis di New York itu memangkas estimasi untuk pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga sebesar 0,8 poin persentase. Skenario yang lebih buruk dari itu adalah pertumbuhan PDB AS bisa turun sebanyak 1 poin.

Namun demikian, pertumbuhan pada tiga kuartal berikutnya diprediksi akan mendapat dorongan dari pemulihan dalam konsumsi, persediaan, perumahan, dan energi.

“Bencana alam yang menimbulkan kerugian besar dan meluas dikaitkan dengan penurunan aktivitas ekonomi yang sangat besar, meski juga dengan rebound berikutnya,” jelas para ekonom Goldman Sachs Group, yang dipimpin oleh Jan Hatzius, dalam risetnya tertanggal 9 September, seperti dikutip Bloomberg, Senin (11/9/2017).

Untuk saat ini, Goldman melihat pertumbuhan pada kuartal ketiga akan mencapai 2%. Kemerosotan tersebut akan lebih dari sekadar kenaikan kumulatif 1 poin persentase pada kuartal keempat dan paruh pertama tahun depan.

Diprediksikan bahwa AS akan mengalami pertumbuhan sebesar 2,7 % dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

Dunia bisnis AS sebelumnya dikabarkan kembali bersiap menghadapi situasi terburuk seiring dengan bergeraknya badai Irma menuju Florida Selatan yang berpotensi mendatangkan bencana.

Kegiatan bisnis dan warga AS terlihat waspada mengingat efek mematikan badai Harvey sebelumnya yang membanjiri Houston, menahan sumber daya federal, serta menekan perusahaan asuransi.

Badai Irma menghantam Florida pada hari Minggu (10/9) waktu setempat sebagai badai Kategori 4 yang berbahaya. Meski demikian, badai tersebut tersebut mereda ke Kategori 2 dengan kecepatan angin maksimum 177 km/jam di siang hari saat meluncur meluncur ke pantai barat

Sejauh ini, badai telah memengaruhi arus listrik dari Florida Power & Light di bagian selatan dan timur negara bagian. Aktivitas perusahaan listrik terbesar di Florida tersebut juga terhenti akibat badai.

Dalam riset tertanggal 8 September, para ekonom Bank of America Corp. memperkirakan bahwa badai Harvey sendiri akan mengurangi PDB kuartal ketiga sebesar 0,4 poin persentase menjadi 2,5%, dan bahwa upaya pembangunan kembali mungkin tidak menambah output hingga awal 2018.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top