Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gandeng Inalum, Alim Markus Ekspansi ke Hilir Tambang

Alim Markus, taipan pemilik Grup Maspion, bakal merambah bisnis hilir pertambangan, yaitu produk jadi alumunium atau slab.
Sepudin Zuhri
Sepudin Zuhri - Bisnis.com 06 September 2017  |  12:49 WIB
Pemilik Grup Maspion Alim Markus (kedua kiri) berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Winardi Sunoto didampingi oleh Direktur Grup Maspion Welly Muliaman (paling kiri) dan Direktur Operasi Inalum S.S. Sijabat (paling kanan) saat menandatangani MoU pembangunan pabrik slab di Kuala Tanjung, Sumatra Utara, Rabu (6/9). - Sepudin Zuhri
Pemilik Grup Maspion Alim Markus (kedua kiri) berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Winardi Sunoto didampingi oleh Direktur Grup Maspion Welly Muliaman (paling kiri) dan Direktur Operasi Inalum S.S. Sijabat (paling kanan) saat menandatangani MoU pembangunan pabrik slab di Kuala Tanjung, Sumatra Utara, Rabu (6/9). - Sepudin Zuhri

Bisnis.com, JAKARTA — Alim Markus, taipan pemilik Grup Maspion, bakal merambah bisnis hilir pertambangan, yaitu produk jadi alumunium atau slab.

Slab merupakan produk jadi dari pengolahan bijih bauksit. Bijih bauksit diolah menjadi alumina kemudian diolah lagi menjadi logam aluminium primer (ingot).

Saat ini, produsen ingot adalah PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). Inalum mengimpor alumina untuk diolah menjadi ingot dan produk turunannya, seperti aluminium rod, slab, bar, billet, dan strip.

Maspion Grup melalui anak usahanya PT Alumindo Light Metal Industri Tbk. bekerja sama dengan Inalum akan membangun pabrik aluminium slab di Kuala Tanjung, Sumatra Utara.

Alim Markus mengatakan bahwa saat ini pasokan aluminium slab di Indonesia masih bergantung pada impor, terutama dari China.

Oleh karena itu, Maspion Group menggandeng Inalum untuk membangun pabrik slab sehingga mampu mengurangi ketergantungan impor tersebut.

Slab banyak digunakan untuk bangunan dan konstruksi serta bahan baku peralatan logam.

Sebagai tahap awal, Alumindo Light Metal Industri menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Inalum pada Rabu (6/9).

“Lembaran baru bagi Alumindo join pelaku usaha dari swasta. Saya gembira dengan rekan-rekan kami, kami tahu jelas bahwa suatu Negara yang ingin memajukan industriny, dari kapal terbang dan kereta super cepat yang akan dibangun dan lain-lain,” katanya saat melakukan MoU dengan Inalum, Rabu (6/9).

Melalui kerja sama itu, Alim berharap agar produk dari pabrik tersebut dapat memenuhi pangsa pasar dalam negeri.

Inalum memegang saham mayoritas dalam kerja sama itu, yaitu 60%, sedangkan Alumindo 22% dan PT Parna Raya 18%.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan inalum maspion group
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top