Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Borneo Paser Rencanakan 6.000 Unit di Tanah Grogot

PT Borneo Paser Utama menargetkan pengembangan rumah komersial murah di Tanah Grogot, Kalimantan Timur sebanyak 6.000 unit. Saat ini perusahaan telah melakukan izin pengembangan seluas 20 hektare untuk 4.000 unit
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 09 Agustus 2017  |  19:55 WIB
Penyelesaian sebuah perumahan mewah.  -  Bisnis Paulus Tandi Bone
Penyelesaian sebuah perumahan mewah. - Bisnis Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — PT Borneo Paser Utama menargetkan pengembangan rumah komersial murah di Tanah Grogot, Kalimantan Timur sebanyak 6.000 unit. Saat ini perusahaan telah melakukan izin pengembangan seluas 20 hektare untuk 4.000 unit

Direktur Utama PT Borneo Paser Utama Tri Asmoro mengatakan selanjutnya perusahaan akan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat guna menambah lahan seluas 30 hektare untuk 2.000 unit. Dirinya menuturkan permintaan akan rumah murah di Tanah Grogot masih sangat tinggi.

Untuk itu, perusahaan akan melepas seluruh unit dengan harga Rp135 unit dengan ukuran unit yang sama tipe 28.

"Kami sudah pasarkan 1.000 unit dan yang berhasil terserap sekitar 800 unit," katanya saat ditemui di Kempinski Hotel, Rabu (9/8).

Tri menuturkan setiap unit dilepas uang muka sebesar Rp2 juta dan angsuran Rp800.000 per bulan. Sehingga, masyarakat mendapatkan kualitas rumah komersial tetapi dengan harga subsidi. Tri mengungkapkan dari pembeli yang sudah masuk sebanyak 50% memilih menggunakan skema tunai bertahap pada perusahaan. Hal ini dikarenakan konsumen susah mengakses layanan perbankan lantaran berasal dari sektor pekerja informal.

Menurut Tri, kebanyakan mereka adalah petani sawit, pedagang, dan pengusaha swasta yang tidak memiliki penghasilan tetap tiap bulannya. "Kami melayani skema ini mengingat akses konsumen ke perbankan sulit, kami menyesuaikan dengan tingkat kemampuan menyewa rumah yang rerata Rp1 juta, sehingga cicilan Rp800.000 tidak akan memberatkan," ujar Tri.

Selain itu, di Kalimantan Timur tidak semua daerah memiliki cabang bank umum nasional. Bahkan, ada satu daerah yang harus menjangkau 5 jam perjalanan untuk sampai di Balikpapan melakukan urusan perbankan.

Dirinya menilai, persoalan konektifias dan efisiensi tersebut yang juga membuat konsumen daerah enggan berurusan dengan perbankan.

"Akibatnya memang ke perusahaan sendiri, karena membuat beban bunga konstruksi semakin tinggi dan memengaruhi perjalanan arus kas internal."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

borneo

Sumber : rumah

Editor : Asep Dadan Muhanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top