Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garam Langka : Wapres JK, Tunggu Perkembangan di Lapangan

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan pemerintah akan menunggu perkembangan produksi garam di lapangan sebelum menempuh langkah pemenuhan selain dari dalam negeri.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 26 Juli 2017  |  15:37 WIB
Garam Langka : Wapres JK, Tunggu Perkembangan di Lapangan
Petani memilah hasil produksi garam lokal di tempat pembuatan garam Desa Lacok Bayu, Aceh Utara, Aceh, Senin (24/7). - ANTARA/Rahmad
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla  (JK) menyatakan pemerintah akan menunggu perkembangan produksi garam di lapangan sebelum menempuh langkah pemenuhan selain dari dalam negeri.

Wapres juga mengatakan pemerintah tengah mengkaji seluruh proses yang menyebabkan harga garam naik tajam, mulai dari produsen sampai distribusi garam.

“Selama itu kurang, tentu harus ada upaya-upaya lain. Kita melihat dulu perkembangan ini, karena ini kan juga musim panen petani garam,” katanya, di Kantor Wakil Presiden, Rabu (26/7/2017).

“Kadang-kadang masalahnya bukan hanya penyedianya, tapi juga soal distribusinya,” lanjutnya.

Sebelumnya, harga garam diklaim sudah mulai naik pada Maret ke posisi Rp150.000/karung atau Rp3.000/kg dari sebelumnya hanya Rp70.000/karung atau Rp1.400/kg. Harga makin menanjak sebulan terakhir menjadi Rp250.000/karung atau Rp5.000/kg.

Wapres mengatakan, hal tersebut sudah dibicarakan dalam rapat kabinet paripurna, Senin lalu.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garam rakyat
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top