Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Energi Bersih, PT PJB Teken MoU dengan Perusahaan Abu Dhabi

PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Perusahaan Abu Dhabi, Masdar untuk mengembangkan energi bersih.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 17 Juli 2017  |  12:53 WIB
Energi terbarukan - Istimewa
Energi terbarukan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Perusahaan Abu Dhabi, Masdar untuk mengembangkan energi bersih.

Masdar merupakan anak perusahaan dari Mubadala Investment Company. Perusahaan tersebut adalah perusahaan investasi global asal Abu Dhabi. Didirikan pada 2006, proyek energi bersih Masdar kini telah merambah Yordania, Mauritania, Mesir, Inggris, Serbia, Spanyol hingga negara di Samudera Pasifik seperti Fiji, Samoa dan Kiribati.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara dan CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, serta disaksikan Menteri BUMN Rini M. Soemarno yang menjadi salah satu agenda kunjungannya ke Uni Emirat Arab.

Sebagai wujud konkret kerja sama tersebut, Masdar dan PJB nantinya akan mengidentifikasi peluang pengembangan energi bersih di Tanah Air. Seperti diketahui, penggunaan energi bersih ditargetkan menyentuh 23% pada 2025 dan nai menjadi 31% pada 2050.

Direktur Utama PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan pihaknya optimistis kerja sama tersebut akan membawa pengaruh besar terhadap pengembangan energi bersih di Indonesia, khususnya dalam mencapai target bauran energi yang telah ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Adapun, menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), Indonesia memiliki potensi lebih dari 700 GW pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, termasuk 532,6 GW tenaga surya. Sementara itu, kini, PT PJB mengelola lebih dari 12 GW pembangkit listrik, mulai pembangkit listrik tenaga batu bara, gas alam, maupun tenaga air.

“Kami yakin kerjasama ini akan membawa keberhasilan bagi pengembangan dan implementasi proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (17/7/2017).

Sementara itu, CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi mengungkapkan, pihaknya berharap dapat terus mengembangkan hubungan baik dengan PT PJB khususnya dalam pengembangan energi bersih. Kerja sama tersebut, katanya, sejalan dengan komitmen untuk mengembangkan energi terbarukan secara global. Dalam satu dekade terakhir, Masdar telah berinvestasi dalam berbagai proyek energi terbarukan dengan total nilai gabungan sebesar US$8,5 miliar dengan total investasi Masdar mencapai US$2,7 miliar.

“Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung momentum pengembangan energi terbarukan secara global,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Energi Bersih Terbarukan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top