Kontrak Sistem Pengolahan Limbah Terpusat Zona 1 Jakarta Ditandatangani

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya melakukan penandatangan kontrak kerjasama pembangunan Sistem Pengolahan Limbah Terpusat (Jakarta Sewerage) Zona 1, di Jakarta, Jumat (07/07/2017).
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 08 Juli 2017  |  18:59 WIB
Kontrak Sistem Pengolahan Limbah Terpusat Zona 1 Jakarta Ditandatangani
Penandatanganan Kontrak Sistem Pengolahan Limbah Terpusat Zona 1 Jakarta - Istimewa

Jakarta--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya melakukan penandatangan kontrak Pekerjaan Jasa Konsultansi Engineering Services Sistem Pengolahan Limbah Terpusat (Jakarta Sewerage System) Zona 1, di Jakarta, Jumat (07/07/2017). Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, hadir langsung menyaksikan penandatangan kontrak tersebut.

Penandatangan kontrak dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen PLP Strategis Albert Reinaldo dengan Kepala Perwakilan Yachiyo Engineeriing Co. Ltd. Takeshi WATANABE, joint operation (JO) PT. Reka Desindo Mandiri, PT. Dwikarsa Envacotama, dan PT. Kwarsa Hexagon.

Sri Hartoyo mengungkapkan, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat di Provinsi DKI Jakarta yang dikenal dengan istilah Jakarta Sewerage System (JSS), dibagi menjadi 15 Zona Pelayanan, dimana Zona 1 dan Zona 6 merupakan kegiatan prioritas nasional yang diharapkan dapat dimulai konstruksinya.

"Proyek JSS merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan dapat dilakukan percepatan untuk segera diselesaikan, oleh karena itu dibutuhkan dukungan dari semua yang hadir disini. Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR siap mendukung semua yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek ini," tutur Sri Hartoyo.

Durasi waktu pengerjaan dari proyek ini selama 28 bulan, yang dimulai sejak bulan Juli 2017-Oktober 2019. Dengan lingkup pekerjaan meliputi kaji ulang hasil survei PPP termasuk basic design IPAL, detail desain jaringan perpipaan Zona 1 dan detail desain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) nya apabila skema Public Private Partnership (PPP) tidak diterapkan, tender assistance untuk jaringan perpipaan, tender assistance untuk IPAL, fasilitasi implementasi Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL), dan transfer teknologi.

"Kami berharap, setelah ditandatangani kontrak ini, waktu pembuatan Desain dapat dipercepat sehingga pembangunan fisik DKI Jakarta Sewerage Zona 1 dapat segera direalisasikan," tutur Sri Hartoyo.

Sri Hartoyo menambahkan, pembangunan Jakarta Sewerage Zona 1 merupakan pilot project, dan akan dibangun di sisi barat Waduk Pluit dengan luas empat hektar. Sementara total nilai kontrak penyusunan engineering services yang ditandatangani sebesar Rp 115,7 miliar dari pinjaman Pemerintah Jepang. Sedangkan untuk pembangunan fisik JSS Zona 1 akan memerlukan biaya investasi sebesar lebih kurang Rp 8,1 trilyun yang direncanakan dimulai pada triwulan ke-3 tahun 2019. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
limbah, Kementerian PUPR

Sumber : Kementerian PUPR

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top