Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PT Ceria Nugraha Indotama Kantongi Rekomendasi Ekspor Bijih Nikel

Kementerian ESDM kembali menerbitkan rekomendasi ekspor bijih nikel kadar rendah. Kali ini untuk PT Ceria Nugraha Indotama.nn
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 04 Juli 2017  |  19:23 WIB
Ilustrasi tambang nikel - Bisnis
Ilustrasi tambang nikel - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian ESDM kembali menerbitkan rekomendasi ekspor bijih nikel kadar rendah. Kali ini untuk PT Ceria Nugraha Indotama.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Bambang Susigit mengatakan pihaknya telah menyelesaikan evaluasi atas permohonan yang diajukan perusahaan tersebut. Hal itu berdasarkan rencana pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

"PT Ceria Nugraha Indotama dapat rekomendasi nikel sebesar 2,3 juta ton untuk satu tahun," katanya di kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Selasa (4/7/2017).

Ceria Nugraha Indotama menyusul PT Antam (Persero) Tbk. dan PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara yang terlebih dahulu mendapat rekomendasi ekspor bijih nikel kadar rendah masing-masing sebanyak 2,7 juta ton dan 1 juta ton per tahun.

Seperti diketahui, dalam Pasal 9 dan 10 Permen ESDM No. 5/2017, nikel dengan kadar kurang dari 1,7% dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) dengan kadar Al2O3 lebih dari atau sama dengan 42% digolongkan dalam mineral logam dengan kriteria khusus yang masih bisa diekspor.

Pemegang IUP Operasi Produksi nikel wajib memanfaatkan nikel kadar rendah tersebut minimal 30% dari total kapasitas input smelter yang dimiliki. Setelah terpenuhi, pemegang IUP bisa melakukan ekspor bijih nikel kadar rendah tersebut dalam jumlah tertentu selama lima tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi ekspor bijih nikel
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top