Turis Asing Lebih Suka Menginap di Homestay

Bisnis.com, BALI - Turis asing yang berlibur ke Bali umumnya menyukai menetap di penginapan berkonsep rumah atau homestay selama beberapa hari.n
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 | 27 Juni 2017 14:10 WIB

Bisnis.com, BALI - Turis asing yang berlibur ke Bali umumnya menyukai menetap di penginapan berkonsep rumah atau homestay selama beberapa hari.

Gusti Ngurah Agus Adi Putra, pemilik dari Yuliati House, mengatakan homestay merupakan rumah masyarakat di Bali yang bisa disewa oleh wisatawan asing dengan tujuan bisa mengenal adat istiadat setempat.

Biasanya, menurutnya, wisatawan yang ramai berkunjung ke Bali saat peak season yakni bulan Juli hingga Agustus.

"Karena summer bulan Juli-Agustus, Amerika dan Eropa kan mereka liburan panjang. Kebanyakan Eropa, Jepang, sekarang mulai China," ujarnya kepada Tim Liputan Lebaran Jawa Bali, Senin (26/6/2017) malam.

Rerata para wisatawan asing yang menginap di homestay ini selama 3 hari hingga 4 hari dan bahkan ada yang mencapai 10-15 hari.

Untuk wisatawan domestik sendiri datang berkunjung ke Bali pada liburan akhir tahun yakni dari pertengahan Desember hingga Januari. "Kalau turis asing kebanyakan mereka long stay dibandingkan turis domestik," kata Ngurah.

Yuliati House bisa menjadi lokasi menginap yang menyenangkan baik bagi turis asing maupun domestik. Homestay Yuliati House terletak di Jalan sukma nomer 10 Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Tim peliput: Agne Yasa, David Eka Issetiabudi, Feri kristianto, Yanita Petriella.

Tag : homestay
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top