Urai Kepadatan Antrean di Merak, ASDP Buka Layanan Tiket Online

Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat mengatakan pengguna jasa penyeberangan dapat memanfaatkan layanan penjualan tiket online.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 | 20 Juni 2017 14:51 WIB
Kendaraan menunggu masuk kapal untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (3/7). - Antara/Andika Wahyu

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat mengatakan pengguna jasa penyeberangan dapat memanfaatkan layanan penjualan tiket online.

Pembelian dapat dilakukan melalui situs http://tiket.indonesiaferry.co.id serta penjualan tiket di luar areal pelabuhan (buffer zone) untuk layanan go-show, baik di jalur tol maupun non-tol.

Untuk akses menuju Pelabuhan Merak, lokasi buffer zone terbagi di 5 titik yakni, lapangan Villa Permata Hijau, rest area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang-Merak, Polsub Sektor Grogol-Merak, dan Hotel Mangku Putra-Merak.

Adapun, akses menuju Pelabuhan Bakauheni, lokasi buffer zone tersebar di 3 titik, yaitu Terminal Rajabasa, Masjid Agung Kalianda, dan Rumah Makan Begadang 4.

"Layanan penjualan tiket melalui daring yang dibuka sejak 1 Juni 2017 mendapat respon yang positif dari pengguna jasa. Tiap hari bertambah transaksinya. Pemudik yang membeli tiket melalui daring dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan saat akan menuju kapal, sehingga mengurangi antrian di pelabuhan juga," tutur Christine, Selasa (20/6/2017).

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, manajemen telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa penyeberangan. Pasalnya, saat arus mudik dan balik Lebaran akan terjadi kenaikan baik penumpang maupun kendaraan.

Adapun produksi angkutan Lebaran di 7 lintasan yang dipantau selama arus mudik dan balik Lebaran 2017 diestimasikan sebagai berikut; total trip 23.049 atau naik 9,6% dibandingkan tahun lalu sebanyak 19.454 trip, total penumpang 4.953.446 orang atau naik 4% dibandingkan tahun lalu 4.787.137 orang, sepeda motor 443.666 unit atau naik 6,5% dibandingkan tahun lalu sebanyak 416.954 unit, dan kendaraan roda empat (pribadi, bus, dan truk) sebanyak 660.407 unit atau naik 6,3% dibandingkan tahun lalu sebanyak 628.002 unit.

Tahun ini, kapasitas angkut kapal di tujuh lintasan utama yang dipantau selama arus mudik dan balik Lebaran 2017 sangat mencukupi yaitu sebanyak 191 unit kapal, yang terdiri dari lintasan Merak-Bakaheuni dengan total kapal yang beroperasi 58 unit kapal, Ketapang-Gilimanuk total 46 kapal, Padangbai-Lembar total 32 kapal, Bajoe-Kolaka 9 kapal, Tanjung Api-Api-Tanjung Kelian total 8 kapal, Kayangan-Pototano total 22 kapal, dan Kariangau-Penajam total 16 kapal.

"Prediksi adanya lonjakan pengguna jasa ini kita antisipasi semaksimal mungkin. Mulai dari implementasi layanan penjualan tiket online, penambahan loket tiket, pola operasi kapal berukuran besar, akselerasi waktu bongkar muat, hingga berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan lainnya, demi lancarnya operasional angkutan penyeberangan," kata Faik.

Program liputan ini didukung oleh: Toyota Astra Motor, Bank Negara Indonesia, AirNav Indonesia, Astra Honda Motor, ASDP Indonesia Ferry, GWK Cultural Park, Jambuluwuk Hotel & Resorts, Bank Jatim, V-Kool Indonesia, XL Axiata, Coco Group, dan  Perkebunan Nusantara XI.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mudik lebaran

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top