Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA WAJAR: Lagi-lagi Mendag Ancam Peritel Modern

Bisnis.com, JAKARTA-Menteri Perdagangan RI acap kali mengancam ritel modern yang menjual harga kebutuhan pokok di luar harga kewajaran.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 12 Juni 2017  |  16:20 WIB
HARGA WAJAR: Lagi-lagi Mendag Ancam Peritel Modern
Pedagang menata bawang putih impor di pasar kota, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA-Menteri Perdagangan RI acap kali mengancam ritel modern yang menjual harga kebutuhan pokok di luar harga kewajaran.

Kali ini, dalam Peluncuran PIHPS Nasional di Kantor Bank Indonesia (12/06), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kembali meluncurkan ancamannya.

Enggar mengancam akan mencabut peritel modern yang berani menjual harga bawang putih di atas Rp35.000 per kg.

"Pasar ritel modern kalau menjual di atas itu izinnya kita cabut," tegas Enggar, Senin (12/06).

Hingga minggu kedua Juni, dia menuturkan harga bawang putih di tingkat eceran telah turun menjadi Rp30.000 per kg.

Dia menuturkan pihaknya pernah menduga ada satu usaha yang diduga memegang market share hingga 50%. Setelah diselidiki lebih jauh, perusahaan tersebut justru memegang market share 70%.

"Kemudian itu saya bongkar dan saya habiskan. Saya bilang jangan pernah mimpi mendapatkan market share sebesar itu, toh 95% kita impor," jelasnya.

Setelah membongkar kasus tersebut, dia mengatakan Kementerian Perdagangan akan mendorong penataan kembali masalah tata kelola perdagangan di dalam negeri.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan pernah menyampaikan ancaman serupa untuk penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas gula, daging beku dan minyak goreng curah di pasar retail modern April lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi harga pangan stok pangan
Editor : Lutfi Zaenudin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top