Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Gula Tahun Ini Lebih Berat

Kementerian Pertanian memproyeksi produksi gula konsumsi tahun ini tak mampu melampaui target 2,5 juta ton.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 Juni 2017  |  16:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Wahyudi memproyeksi produksi gula konsumsi tahun ini tak mampu melampaui target 2,5 juta ton.

Meski demikian, dia berharap produksi gula konsumsi dapat melampaui perolehan tahun lalu sebesar 2,2 juta ton.

Agus mengatakan saat ini hujan masih mengguyur kebun tebu di Jawa Timur. Curah hujan yang tinggi akan menekan rendemen tebu. Seperti produksi 2016, curah hujan yang tinggi menekan rendemen dari 7,3% pada 2015 menjadi 6,4% pada 2016.

"Mudah-mudahan bisa melebihi dari tahun lalu. Namun, jika terus menerus mendung seperti ini, maka tanda-tanda produksi tahun ini agak berat," tuturnya dalam diskusi yang diselenggarakan Media Perkebunan dengan tema Mampukah Gula Indonesia Berdaya Saing?, Kamis (8/6).

Ditjen Perkebunan saat ini fokus pada peningkatan produktivitas tebu dan ketersediaan bibit untuk mengejar target swasembada gula konsumsi sebesar 3 juta ton pada 2019. Saat ini, produksi gula konsumsi baru mencapai 2,5 juta ton dengan areal 450.000 ha dan produktivitas 6 ton gula per ha.

Untuk mengejar target tersebut, Agus memperhitungkan perlu kebun tebu seluas 500.000 ha dan produtivitas 6 ton gula per ha. Artinya, defisit lahan sebesar 50.000 ha dan produktivitas 0,5 ton gula per ha.

"Ini yang akan didorong dalam tiga tahun ke depan," imbuhnya.

Produktivitas 6 ton gula per ha dapat dicapai dengan rendemen 8% dan produktivitas 75 ton tebu per ha. Dia optimis target ini dapat tercapai.

Sebab, produktivitas 6,11 ton gula per ha pernah dicapai dengan luas kebun tebu 477.000 ha pada 2008 dan 2013. Namun, sejak itu pula produktivitas terus menurun hingga di 2016 sebesar 5 ton gula per ha.

Sehingga, saat ini pemerintah tengah gencar melakukan perluasan 50.000 ha kebun tebu secara bertahap. Tahap pertama, perluasan 15.000 ha kebun tebu dapat tercapai di tahun ini dan mendatang.

Caranya dengan mengembalikan areal tebu rakyat yang pernah dicapai seluas 20.000 ha, perluasan areal tebu rakyat baru seluas 10.000 ha, dan perluasan areal tebu Pabrik Gula (PG) baru di luar jawa.

"Produktivitas saat ini 74 ton tebu per ha. Jadi untuk mencapai produktivitas 6 ton gula per ha, itu sangat realistis," kata Agus.

Meski demikian, diakui Agus, ketersediaan benih masih menjadi kendala perluasan kebun tebu. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan PG dan penangkar benih.

"Cari benih untuk 5.000 ha saja sudah kelimpungan. Padahal, tahun depan kami mendapat jatah untuk luas 15.000 ha," imbuhnya.

Ketua Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI) wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat Agung P Murdanoto mendorong dukungan pemerintah memberikan insentif untuk penelitian sehingga mampu menghasilkan bibit tanaman yang unggul.

Insentif dirasa penting, sebab menurut Agung, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) juga mengalami kesulitan ketika akan melakukan uji bibit multilokasi.

"P3Gi sendiri tidak memiliki lahan untuk uji coba bibitnya, sehingga terpaksa menyewa kepada pabrik gula," tuturnya pada kesempatan yang sama


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi gula
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top