Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KEK Mandalika: Luhut Serahkan Uang Kerohiman

Pembebasan lahan yang tidak kunjung selesai sejak 29 tahun lalu di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika mulai diselesaikan.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 02 April 2017  |  03:17 WIB
KEK Mandalika: Luhut Serahkan Uang Kerohiman
Mandalika, Lombok, NTB - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Pembebasan lahan yang tidak kunjung selesai sejak 29 tahun lalu di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika mulai diselesaikan.

Hal itu ditandai dengan penyerahan uang kerohiman masyarakat oleh Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan.

"Saya berharap bulan ini harus selesai, nanti Pak Kapolda dan Pak Danrem supaya bekerja sama untuk mendorong ini selesai, dan (termasuk) Bapak-Ibu sekalian,” sambung Menko Luhut dalam sambutannya saat meminta peran aktif Gubernur NTB M. Zainul Majdi, Kapolda NTB Brigjen Pol. Firli, Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf. Farid Makruf dalam menyelesaikan pembayaran yang belum tuntas, seperti disampaikan dalam siaran pers, Sabtu (1/4/2017).

Menko Luhut menyerahkan uang kerohiman tahap pertama secara simbolik kepada 10 warga yang berhak. Total senilai Rp 2,8 miliar dibayarkan untuk pembebasan lahan seluas 63.019 meter persegi yang berlokasi di Batek Bantar.

"Karena (harus memperhatikan) peraturan perundang-undangan dan segala macam (faktor lainnya, maka kemudian) kita carilah formula yang pas, itu membutuhkan waktu sampai hampir empat bulan hingga proses ini selesai. Sehingga dana kerohiman ini cara yang paling bagus untuk menyelesaikan,” jelas Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KEK Mandalika
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top